23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Hari Jadi Ketapang ke-601 Dirasakan Sepi, Berikut Komentar Warga

KETAPANG – Hari Jadi (Hajad) Ketapang, Kalbar, jatuh pada tanggal 11 Maret setiap tahunnya, hal ini dikuatkan dengan penetapan Pemerintah Kabupaten Ketapang melalui Perda (Peraturan Daerah) Nomor 7 Tahun 2012 tentang Hari Jadi Ketapang.

Data yang dikumpulkan media ini dari berbagai sumber, bahwa penetapan Hari Jadi Ketapang berdasarkan pada Prasasti Nisan di Makam Keramat Sembilan, Desa Negeri Baru, Kecamatan Benua Kayong, Ketapang, yang bertarikh tahun 1340 Saka atau 1418 Masehi.

Sedangkan penetapan tanggal dan bulannya didasarkan pada peristiwa pemindahan pusat Kerajaan Matan Tanjungpura ke Mulia Kerta pada tanggal 11 Maret 1875. Setelah kedua fakta itu digabungkan, maka ditetapkanlah Hari Jadi Ketapang pada tanggal 11 Maret 1418. Dan hari ini, Senin, 11 Maret 2019, Ketapang sudah berusia 601 tahun.

Berkenaan dengan Hari Jadi Ketapang ke-601 tersebut, warga daerah ini bersuka cita, sebab ternyata Ketapang hari ini sudah berusia seperti itu, namun sebaliknya ada juga warga yang bersedih, karena Hari Jadi Ketapang, pada 11 Maret 2019 itu, sepi dari hiruk pikuk, tidak ada kembang api, tidak ada permainan rakyat, tidak ada lomba lomba serta tidak ada pestival rakyat dan tidak ada pula kegiatan kegiatan lain, layaknya perayaan ulang tahun, seperti yang dilaksanakan di daerah lainnya.

“Sedih melihat ketidak pedulian Pemda akan ulang tahun. Padahal ini momentum untuk makin membuat Ketapang dicintai warganya”, ungkap Yasmin Umar, Wartawan Gema Ketapang Radio, Senin (11/03/2019) pagi.

Lebih lanjut Yasmin berkata, Ketapang mengejar ketertinggalannya dari Kabupaten/Kota lainnya. Fasilitas publik masih kurang, sampah belum tertangani, listrik byar pet dan sarana olahraga kurang.

“Ketapang belum punya Gedung Olahraga dan Gedung Perpustakaan pun tidak memadai. Juga soal infrastruktur, drainase dan jalan harus jadi perbatian. Kota ini harus hijau dan asri”, harap Yasmin Umar.

Sementara itu pada bagian lain, Yudo Sudarto, mantan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ketapang, menyatakan, bahwa Hari Jadi itu digali, karena memiliki nilai nilai sejarah. Jati diri bangsa dan kebanggaan, sehingga menjadi icon untuk memperkenalkan daerah.

“Hari jadi adalah momentum untuk memotivasi, karena itu sebagai masyarakat, kita perlu memperingati dan memasyarakatkannya”, papar Yudo Sudarto, Senin (11/03/2019) sore.

Hari Jadi Ketapang ke 601 dirasakan sepi, menurut Yudo Sudarto, hal ini terjadi karena mungkin masyarakat belum tahu. Masyarakat belum paham apa pentingnya Hari Jadi itu.

“Perda Hari Jadi Ketapang belum disosialisasikan. Kalau Perda itu tidak digunakan untuk apa di Perdakan ?. Perda wajib dijalankan, kalau tidak cocok, ya dicabut saja”, pungkas Yudo Sudarto.***(Tim/K65News).

Gambar  : 1. Tugu Bundaran Ale Ale. 2. Kantor Bupati Ketapang. 3. Yasmin Umar. 3. Yudo Sudarto.***(dok. k65news/Ist).

_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *