23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Mendadak, Kapolda Kalbar Didi Haryono Kumpulkan 13 Kapolres, Ini Kabarnya

PONTIANAK – Sebanyak 13 Kapolres dikumpulkan secara mendadak oleh Kapolda Kalbar Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, di Graha Khatulistiwa, Mako Kepolisian Daerah Kalimantan Barat. Rabu (12/09/2018).

Menurut Kepala Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Cucu Safiyudin S.SOS SH MH, kepada media ini, Rabu (12/09/2018) malam, bahwa ke 13 Kapolres yang dikumpulkan secara mendadak oleh Kapolda itu adalah untuk mengikuti kegiatan analisa dan evaluasi kinerja.

Dikatakan Cucu Safiyudin, bahwa Kapolda Didi Haryono menyebutkan bagi semua personel di kesatuanya harus selalu siap kapan pun, di mana pun pada saat diperlukan. Termasuk terkait soal Anev.

“Anev adalah membahas tentang hasil penilaian kinerja satuan kerja atau satuan wilayah jajaran Polda Kalbar, ini juga disertai dengan penyerahan sepuluh bendera panji berlambang tengkorak serta bendera panji berlambang jempol yang diserahkan langsung Ibu Wakapolda Kalbar, Brigjen Pol Drs Sri Handayani kepada Kasatwil dan Kasatfung”, terang Cucu Safiyudin.

Selanjutnya pada kesempatan itu, Kapolda Didi Haryono berkata, bahwa bendera panji tengkorak melambangkan lemahnya kinerja, dan bendera panji jempol melambangkan prestasi dan kinerja yang baik. “Setiap bulan Polda Kalbar melaksanakan Anev kinerja secara rutin. Tujuannya sebagai fungsi kontrol penilaian kinerja dan pengawasan. Penghargaan serta hukuman diberikan dalam bentuk bentuk bendera panji tengkorak dan jempol pada saat pelaksanaan Anev, sebagai Ketua Tim Penilaian adalah Irwasda Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Andi Musa”, kata Kapolda Didi Haryono.

Lebih lanjut diungkapkan Kapolda Didi Haryono, bahwa hasil penilaian Anev dibulan Agustus 2018, untuk kasus menonjol seperti cubis, curat, curat senpi, curanmor, anirat, dan laka lantas, satwil yang paling mampu dalam mengelola dan mengendalikan Harkamtibmas adalah Polres Sambas. Sedangkan yang terendah Polres Kayong Utara.

Begitu juga anev penyelesaian perkara, dalam persentase penyelesaian perkara tertinggi adalah Direktorat Polair Polda Kalbar.  Sedangkan yang terendah penyelasaian adalah Polres Kayong Utara.

Pada program 100 hari Kapolda Kalbar jilid ke-2 ke jilid ke-3 mengalami penurunan kasus yang terjadi. Untuk jilid ke-3 saat ini Kejahatan konvensional masih mendominasi tercatat 1.048 kasus, begitu juga Kejahatan Trans Nasional tercatat 158 kasus, sedangkan untuk kejahatan terhadap kekayaan negara tercatat 88 kasus yang ditangani.

“Kalau melihat dari jumlah kasus memang tinggi diatas seribu kasus, namun dibandingkan dengan jumlah penduduk Kalbar yang berjumlah 5,3 Juta orang lebih, itu angkanya jauh dibawah satu persen. Artinya, penegakan hukum kita tegakan secara tegas. Tujuannya, untuk memberikan rasa aman bagi rakyat Kalbar”, ucap Kapolda Didi Haryono, seraya menegaskan agar semua anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya dan cermat dalam pelaporan. Hal itu dilakukan, guna membuktikan jajaran Polda Kalbar bersih dan berkibar.

Kembali jenderal bintang dua itu menjelaskan, penambahan personel di jajaran Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar penting dilakukan. Mengingat, semakin meningkatnya kasus narkoba di Kalbar. Peningkatan kemampuan personel pun menjadi prioritas melalui pelatihan rutin di jajaran maupun di SPN. Dalam kegiatan pelatihan di SPN agar personel yang dilibatkan tidak diambil dari fungsi lain. “Sarana prasarana yang didukung dengan IT agar lebih ditingkatkan,” ujarnya. Selain itu kata Kapolda, Anev Zero Tolerance, yaitu masih terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh oknum personel Direktorat Narkoba Polda Kalbar yang saat ini dalam proses penyidikan.

“Begitu juga Anev Zero Ilegal dalam penanganan jumlah kasus tertinggi ditangani Direktorat Narkoba Polda Kalbar. Sementara, yang terendah Polres Kapuas Hulu. Penilaian terhadap pengelolaan dan penyerapan anggaran tertinggi berhasil dilakukan oleh Biro SDM Polda Kalbar yang terimplementasikan dalam program kegiatan Kepolisian dan yang terendah Polres Sambas”, kata Kapolda Didi Haryono, sembari mengingatkan agar semua anggaran harus bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya dan cermat dalam pelaporan.***(R/K65News).

Gambar     : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk K65News

Penulis      : Adjie Saputra

Editor        : M.Fahrozi

_______________________________________________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *