Pilbup Ketapang Diprediksi Bakal Berlangsung Sengit, Ini Kabarnya

KETAPANG – Pemilihan Kepala Daerah (Bupati-Wakil Bupati) Ketapang periode 2025-2030 dipredikasi bakal berlangsung seru. Pasalnya ketiga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tersebut memiliki latarbelakang dan pengalaman mumpuni dalam kepemimpinan di daerah.
“Pastinya berlangsung seru sehingga menarik untuk diikuti perkembangannya,”ujar Pengamat Hukum dan Politik Ketapang, Rustam Halim,S.H.,M.A.P.,M.Sos., kepada media massa di Ketapang baru-baru ini.
Dikata seru dikarenakan ketiga pasang Calon Bupati dan Wakil Bupati berlatarbelakang sebagai pimpinan partai politik, kader partai dan birokrat yang berpengalaman, juga ketiga pasangan berlatarbelakang pendidikan yang sangat menunjang dalam sebuah kepemimpinan daerah.
”Latarbelakang profesi dan pendidikan yang dimiliki kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati merupakan sebuah keunggulan karena semua kandidat akan diuji kepiawaian dalam memimpin daerah dan mencari solusi atas persoalan-persoalan di daerah. Tidak mudah memimpin sebuah wilayah, apalagi wilayah Ketapang yang tersebar dari wilayah pesisir hingga perhuluan,”katanya.
Selain itu, lanjutnya, diantara tiga pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati, pernah berkompetisi pada Pilkada lima tahun lalu. Disinilah letak serunya karena telah memiliki pengalaman berkompetisi.
“Kembali pada tim pemenangan masing-masing dalam meramu materi kampanye yang menarik dan menggalang suara masyarakat agar memperoleh suara terbanyak,”lanjutnya
Menurut Rustam, semua kandidat dianggap repsentatif pemimpin di Ketapang yang diseleksi oleh aturan Pilkada dalam sebuah berkompetisi ajang Pilkada.
“Skil kepemimpinan ini lah yang diharapkan dalam membawa perubahan Ketapang kearah lebih baik dari saat ini,”kata jebolan Magister Ilmu Politik Fisip Untan itu.
Perubahan dalam segala hal, lanjutnya, tidak dapat ditolak melainkan harus dilaksanakan sebagaimana tuntutan masyarakat akan perbaikan dalam rangka kemajuan Kota Ketapang.
”Setiap kepemimpinan yang sudah dilewati tentu ada kekurangan, makanya kekurangan tersebut harus diperbaiki dengan perubahan, perubahan tidak mesti harus seketika melainkan terencana sesuai dengan program, visi dan misi yang dibuat oleh calon wakil bupati dan terpilih,”ujarnyanya.
Banyaknya harapan masyarakat ke arah perbaikan pada momentum Pilbup tahun ini, harus dimaknai sebuah keinginan besar untuk memajukan sebuah kota sebab masyarakat sudah bersusah payah meluangkan waktu untuk datang ke TPS guna menyalurkan hak pilihnya.
”Esensi dari sebuah Pilkada adalah mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat disertai pembangunan fisik dan nonfisik,”katanya.***(r/k65news).
Editor : M. Fahrozi.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


