23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Kadafi, Ketua Umum PKC PMII Kalbar : Santri Era Millenial, Santri bukanlah Teroris

PONTIANAK – Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalbar, Kadafi, mengucapkan selamat Hari Santri Nasional (HSN) 2018 “Bersama Santri Damailah Negeri”.

Kadafi sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional, “sudah ke-3 kali nya HSN di peringati di penjuru pelosok negeri”, tutur Kadafi kepada www.kabar65news.com , Senin (22/10/2018) kemarin.

Tidak bisa di pungkiri, lanjut Kadafi, bahwa kemerdekaan Republik Indonesia merupakan campur tangan para ulama, kiyai dan santri-santri, mereka berjihad melawan penjajah saat fatwa membela tanah air adalah “fardhu ain”. “22 Oktober ini merujuk pada peristiwa super bersejarah yang menunjukkan, bahwa nasionalisme semakin dikobarkan setelah Resolusi Jihad dicetuskan oleh pendiri NU KH Hasyim Asyari setelah sebelumnya Bung Karno meminta fatwa tentang hukum membela Tanah Air kepada Mbah Hasyim”, ucapnya.

Kadafi juga menambahkan, bahwa santri di era millenial harus mampu memberikan warna tersendiri, santri-santri harus hadir di media sosial bahkan kalau bisa yang menguasai medsos adalah santri-santri kece, salah satu tujuannya adalah menebarkan Islam sebagai agama yang toleran, agama yang sejuk cinta akan kedamaian dan menegaskan, bahwa santri bukanlah teroris yang menjadi anggapan masyarakat akhir-akhir ini.

“Santri Millenial harus mampu mengisi lahan-lahan strategis seperti di kampus-kampus bahkan ke ranah birokrasi, meski tidak harus mengesampingkan kultur yang ada pada diri santri semisal pengajian kitab kuning, diba’an, shalawatan, manakiban dan kegiatan santri lainnya”, kata Kadafi.

Sebelumnya juga Ketua Umum PB PMII dalam sambutannya 1 tahun lalu menyampaikan bahwa, “PMII lahir dari rahim pesantren, lahir dari Islam Nusantara. Sebagai organisasi yang menaungi santri-santri cendikia, santri akademisi dan santri-santri yang berjihad mencari ilmu di kampus-kampus, PMII menjadi ruang ideal untuk belajar mengembangkan diri.

“Santri pergerakan adalah aktivis sosial dengan spiritualitas yang tinggi. Santri pergerakan adalah insan akademis yang berintegritas. Santri pergerakan adalah amanah kyai membumikan nilai pesantren di perguruan tinggi.” Kalimat ini menjadi pesan bahwa kader atau santri di PMII mesti menjadi motor penggerak untuk mewujudkan Santri Hebat, NKRI Kuat”, tutup Kadafi.***(R/k65news).

Gambar   : Kadafi, Ketua Umum Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalbar.***(Ist).

Penulis   : Adjie Saputra

Editor     : Fahrozi

_______________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *