DPRD dan Dewas Soroti Kekosongan Obat di RSUD Agoesdjam Ketapang, Manajemen Terapkan Sistem Pemantauan Stok Terpadu

KETAPANG — Baru-baru ini masalah kekosongan stok obat dan bahan medis habis pakai di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Agoesdjam Ketapang menjadi sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ketapang serta Dewan Pengawas (Dewas) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Polemik yang mencuat ke publik sejak pertengahan tahun ini diduga berkaitan dengan tata kelola anggaran rumah sakit periode tahun 2024 hingga 2025.
Berdasarkan laporan internal instalasi farmasi, sejumlah jenis obat dan barang medis habis pakai sempat dilaporkan mengalami kekosongan. Menanggapi situasi tersebut, pihak manajemen RSUD dr. Agoesdjam mengklarifikasi bahwa ketersediaan obat di lapangan bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh proses pengadaan serta distribusi dari pihak penyedia.
Sebagai langkah penanganan cepat dan konkret untuk menjamin hak pasien, manajemen rumah sakit mengoptimalkan sistem pengalihan ke apotek jejaring rekanan bagi para pengguna BPJS Kesehatan. Pasien yang menghadapi kekosongan item obat di depo farmasi internal akan diarahkan ke apotek mitra, di mana seluruh biayanya tetap ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan tanpa dibebankan biaya mandiri sedikit pun.
Selain pengalihan ke apotek jejaring, Direktur RSUD dr. Agoesdjam, drg. Basaria Rajaguguk, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah menjalankan sistem pemantauan berkala (monitoring stok) yang ketat antara instalasi farmasi dan manajemen. Sistem pelaporan internal ini diperbaiki agar potensi kekosongan obat dapat terdeteksi lebih awal sebelum berdampak langsung pada pasien. Rumah sakit juga mulai melakukan verifikasi data sistem informasi layanan kesehatan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang guna memastikan akurasi data kebutuhan obat.
Bersamaan dengan perbaikan manajerial tersebut, peningkatan kapasitas tenaga kefarmasian secara intensif juga dilakukan untuk menekan risiko kesalahan pelayanan obat (medication error). Melalui serangkaian langkah taktis ini, pihak legislatif dan pengawas berharap manajemen RSUD dr. Agoesdjam mampu membenahi tata kelola distribusi dan stabilitas anggaran farmasi secara permanen demi kenyamanan masyarakat Ketapang.***(h/k65news).
Editor : HAR.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


