Bupati Alexander Wilyo Lantik 115 Pejabat Administrator dan Pengawas Pemkab Ketapang

KETAPANG — Bupati Ketapang Alexander Wilyo baru-baru ini melantik dan mengambil sumpah/janji 115 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Pelantikan tersebut terdiri dari 59 pejabat administrator dan 56 pejabat pengawas.
Bupati Alexander Wilyo menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian posisi atau penempatan jabatan. Menurutnya, di dalam pelantikan terdapat amanah, tanggung jawab, dan kepercayaan yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan.
Ia menyampaikan selamat kepada seluruh pejabat yang menerima amanah baru. Ia menilai rotasi, mutasi, penyegaran, maupun promosi merupakan bagian dari kebutuhan organisasi untuk memastikan roda pemerintahan berjalan semakin baik dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Bupati menjelaskan bahwa setiap proses pengisian maupun perubahan jabatan harus melalui tahapan dan mekanisme yang telah diatur, mulai dari pembahasan di Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) hingga mendapatkan persetujuan atau pertimbangan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Oleh karena itu, ketika seluruh proses telah dilalui dan keputusan telah ditetapkan, maka fokus utama bukan lagi pada jabatannya, melainkan pada pengabdian dan kinerja yang ditunjukkan.

Alexander Wilyo selalu menegaskan bahwa jabatan adalah amanah, bukan hak. Amanah tersebut harus dijaga dengan integritas, dedikasi, dan kerja nyata. Ia menilai kepercayaan yang diberikan harus dibalas dengan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Ia menambahkan, jika ada berbagai pandangan atau opini yang berkembang, tidak perlu semuanya dijawab dengan kata-kata, melainkan dijawab dengan kerja. Menurutnya, pejabat harus menunjukkan kepada masyarakat bahwa amanah yang diberikan mampu diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih baik, penyelesaian persoalan yang lebih cepat, dan kehadiran pemerintah yang benar-benar dirasakan manfaatnya.
Bupati juga meminta seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang memiliki kepekaan dan respons yang cepat terhadap setiap persoalan di wilayah tugas masing-masing. Ia meminta agar pejabat tidak menunggu masalah menjadi besar baru bergerak.
Ia menginstruksikan, jika ada persoalan di lapangan untuk segera dilihat, jika ada keluhan masyarakat untuk segera didengarkan, dan jika ada yang harus diselesaikan untuk segera berkoordinasi serta mencari jalan keluar.
Ia menilai, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan hanya tertib dalam administrasi pemerintahan, tetapi juga sejauh mana kehadiran pemerintah mampu memberikan manfaat, rasa keadilan, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Alexander Wilyo berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang terus membangun budaya kerja yang responsif, bertanggung jawab, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Ia mengajak seluruh jajaran untuk bekerja bersama mewujudkan visi “Pembangunan Berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang Maju dan Mandiri”, sehingga pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat di rumah besar bersama, Kabupaten Ketapang.***(adv/k65news).
Editor : HAR.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


