23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Ini Asal Mula 哥哥妹妹 “Koko (Ge’Ge) Mei-Mei”

(Bagian Pertama)

Oleh : Chandra Kirana

KALIMANTAN BARAT,khususnya kota Pontianak semenjak adanya Perayaan Cap Go Me pada tahun 2010 di Jalan Diponegoro Pontianak telah menambah khasana keramaian menjadi lebih setelah adanya kemeriahan pemilihan Koko dan Mei mei(哥哥妹妹) ,dimana mencari bakat-bakat muda dari kalangan keluarga/anak-anak Tionghua di Kalimantan Barat,untuk dijadikan Duta Budaya dan Duta Komunikasi dari kalangan anak-anak muda Tionghua.

Namun kita hanya tahu setiap tahun ada pemilihan Koko dan meimei,yang kemudian pada tahun 2017 koko meimei(哥哥妹妹)menjadi Ge’ge’ meimei(哥哥妹妹),yang sampai tahun ini berjalan.

Namun tahukah kalian,sebenarnya sejak kapan dan siapa orang dibalik lahirnya kegiatan pemilihan Koko &Meimei(哥哥妹妹) ,yang kemudian berubah menjadi Ge’Ge’&Meimei (哥哥妹妹) dalam tiga tahun ini?.

Ternyata orang dibalik lahirnya acara Koko Meimei(哥哥妹妹) Kalbar,seorang yang bernama Chandra Kirana,yang kini berdomisili di Karawang sejak 2007 pindah ke Jakarta,Mari kita simak cerita sejak awal mula lahirnya acara pemilihan koko meimei dan dalam tiga tahun ini telah berubah menjadi Ge’Ge’ Mei mei(哥哥妹妹):

Berawal dari perbincangan beberapa kawan dikantor redaksi harian Equator Nusa Indah Pontianak,pada tahun 2005 saat sedang bahas persiapan Festival Barongsai Kalbar 2005. Sambil bahas kegiatan Barongsai antara Saya,H.Nur’Iskandar,Adek,Tanto Yakobus,Alexander Mering,Qadhafi dan Rinaldi diruang kerja wartawan Harian Equator. Dari membahas Festival Barongsai Kalbar(Karena saya waktu itu memegang surat rekomendasi dari Gubernur Kalbar untuk Festival Barongsai),kami berbincang soal Bujang dare Pontianak yang merupakan implementasi dari masyarakat Melayu,serta putra putri Dayak.

Saat itu Bang Nur’Is(Nur’Iskandar) dan Bro Mering(Alexander Mering),mempertanyakan kenapa masyarakat Tionghua tidak mengadakan pemilihan sejenis,supaya bisa bersanding dengan Bujangdare dan Putra-Putri Dayak?

Saya langsung jawab bahwa saya sedang membuat konsep pemilihan “Koko Amoy”,dan saat itu Mering langsung bilang bagus dan juga diamini oleh bang Nur’Is.

Setelah itu kami fokus pada Festival Barongsai Kalbar di GOR Pangsuma,setelah Festival Barongsai Kalbar usai,saya masih berusaha mencari konsep bagaimana Koko Amoy bisa dilaksanakan sesuai apa yang sudah saya gagaskan pada waktu itu.

Namun sebelum gagasan tersebut terlaksana,saya pada tahun 2007 pindah ke Jakarta bersama keluarga. Karena sibuk dengan pekerjaan saya,gagasan tentang rencana pemilihan Koko Amoy akhirnya terlupakan.

Sampai pada akhir 2009,saya dihubungi oleh Rinaldi Tan,katanya saya diminta Harso Utomo Suwito untuk membantu perayaan Cap Go Me 2010 di Pontianak.

Sayapun lalu kembali ke Pontianak menemui Harso yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Umu Majelis Adat Budaya Tionghua (MABT) Kalbar.

Sesampainya di Pontianak saat itu masih bulan Desember 2009,saya bersama Harso,Rinaldi,Nancy,Mutiara,Jie sen,David,Limas Djoni dan beberapa orang membahas konsep serta bentuk acara yang akan dilaksanakan pada perayaan Cap go me 2010.

Dari pembahasan atraksi barongsai,festival Liong (naga), Lampion, sampai Kuliner untuk menghadirkan Anto Wienarno maknyus siraja kuliner.

Pada saat itu saya munculkan kembali niat utk mengadakan pemilihan Koko dan Amoy dan Harso setuju setelah saya paparkan konsep pemilihannya,namun dengan catatan akan menanyakan pada pak FX.Asali selaku toko budaya Tionghua dan salah satu tokoh Tionghua yang dituakan.

Setelah Harso usai melakukan konsultasi dengan FX.Asali,Harsopun menyampaikan pada saya bahwa menurut FX.Asali kosa kata Koko Amoy tidak bagus di kata Amoynya. Saat itu saya keberatan dengan apa yang Harso Sampaikan pada saya yang setuju dengan FX.Asali pada kata Amoynya yang katanya agak negatif. Disitulah timbul satu perdebatan yang sangat sengit antara saya dan Harso,sehingga akhirnya di lerai dan ditenangkan oleh Nancy,Mutiara dan Rinaldi.

Setelah merenung cukup lama akhirnya saya setuju dengan usulan Harso kata Amoy di ganti Mei Mei,yang kemudian menjadi “KOKO MEI-MEI”(哥哥妹妹)dalam dialek penggunaan Bahasa Mandarin berbunyi “GE’ GE’ -MEI MEI”(哥哥妹妹)

Karena waktu itu pemilihan yang pertama,dan hanya saya yang tahu konsepnya,maka saya ditugaskan oleh ketua MABT (Harso) sebagai Koordinator Pemilihan Koko meimei,alasannya karena saya yang gagas dan punya acara,selain itu saya juga mendapat tugas sebagai ketua Dewan Juri Festival Liong(Naga) dibantu oleh Andrew yuen sebagai wakil dewan juri.

Sementara tim dari Tribune Borneo yang dipimpin oleh Nur’Iskandar mengadakan Pluralis Award yang menggunakan Ikon Alm.Gusdur,untuk diberikan pada tokoh Pluralis Kalbar,dimana saat ini keluarga Gusdur diwakili oleh Hj.Kofifa Indarparawansa.

Pada malam acara penganugrahan Pluralis award,bertepatan dengan acara puncak perayaan Capgome dan Final pemilihan Koko Mei mei Kalbar pertama/2010.

Pemenang Koko Kalbar saat itu adalah Aditya Pradewo,dengan Mei mei Kalbar 2010 Onlivia,Runner Up koko S.Rangga Andika dan Riana sebagai Runner UP Mei mei 2010.

Adapun saat itu saya langsung merangkap sebagai ketua Dewan Juri dan wawasan kebangsaan,Zulki’fli,SE Juri pemasaran Pariwisata sekaligus wakil ketua dewan juri(mewakili Dinas pariwisata kota Pontianak),Rahmad,SE sebagai juri Wawasan pariwisata(mewakili Dinas Pariwisata Provinsi Kalbar),H.Nur’Iskandar,SH juri bahasa Inggris,Leo Pratama Limas Juri Bahasa mandarin,Mutiara juri kepribadian,dan Sutadi,SH sebagai Juri bakat dan seni budaya Tionghua……Bersambung…. Bagian keduanya sangat seru,jadi sabar aja ya ?

Luangkan waktu anda untuk menyebarluaskan kepada khalayak ramai,agar sejarah pemilihan Koko/Gege-Meimei,semakin banyak yang tahu dan tidak termakan hoax dan timbulnya fitnah kepada orang yang tidak bersalah.***(R/K65News).

Gambar    : Chandra Kirana

Editor       : Fahrozi

_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *