23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Untuk Penguatan Demokrasi Bermartabat, PKC PMII Laksanakan Focus Group Discussion

PONTIANAK – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Barat, telah melaksanakan Focus Group Discussion dengan tema, “Penguatan Demokrasi Bermartabat di Kalimantan Barat”. Jum’at, (24/08/2018) di Hotel Merpati Pontianak.

Ketua PKC PMII Kalimantan Barat, Muammar Kadafi, dalam sambutannya mengatakan, Kapolda Kalbar menetapkan bahwasanya Kalimantan Barat adalah nomor 1 rawan konflik, ternyata anggapan itu mentah karena masyarakat Kalbar sudah cerdas terbukti dengan damainya Pilkada kemaren. “Dan saya sangat tidak setuju dengan gerakan-gerakan tagar #2019gantipresiden maupun #2019tetapjokowi karena itu menimbulkan perpecahan antar masyarakat”, ungkapnya.

Dituturkan Kadafi ketika membuka Focus Group Discussion tersebut, bahwa negara kita ini adalah negara yang demokratis, “oleh sebab itu kami mengajak semua masyarakat untuk menjaga kedamaian jangan sampai gara-gara gerakan kecil tersebut Kalbar ini menjadi tidak aman”, tuturnya.

Sementara itu dalam Stadium General Narasumber pertama Prof.Dr.Garuda Wiko, SH, M.Si menyampaikan bahwa, “Bintang pemandu yang menjadi dasar negara yaitu 5 sila Pancasila. Bahwa dari Sabang sampai Merauke yang menjadi hal penting yaitu kegotong royongan. Jiwa nilai kegotong royongan itu yang harus diutamakan, kita bekerja sama-sama untuk mencapai tujuan sehingga menjadi modal sosial bukan malah perpecahan. Modal sosial tersebutlah yang akan memembimbing cara berfikir dan cara bertingkah kita untuk mengajak semuanya supaya bersatu bukan meninggalkan”, papar Akademisi Universitas Tanjungpura tersebut.

Selanjutnya Garuda Wiko menghimbau, agar jangan melupakan bintang pandu kita kalau ingin menguatkan demokrasi yang bermartabat di Kalimantan Barat, dan hal yang paling menghawatirkan apabila masyarakat menghilangkan identitas bangsa.

Berbeda dengan Dr.Zulkifli Abdillah,MA yang mengaitkan Penguatan Demokrasi dari sisi Media sosial. Ia berkata, bahwa trending bisa mengalahkan suatu kebenaran, maka dari itu kita trenkan suatu kebaikan jangan malah suatu yang tidak baik dijadikan tren.

“Kebanyakan trending yang jelek ditrenkan dan celakanya malah dianggap masyarakat adalah sesuatu yang baik padahal itu jelas-jelas tidak baik. Oleh sebab itu kita harus menjadi bintang penerang ditengah kegelapan penebar kebencian dan intoleransi terutama dalam bermedia sosial”,tegas Wakil Sekretaris PWNU Kalbar itu.

Zulkifli juga mengingatkan, jangan sampai gara-gara tagar tersebut kita menjadi kelompok-kelompok yang terpecah. Pemilihan Presiden 5 tahun sekali, tetapi persahabatan sepanjang hidup kita. Jangan sampai putus persahabatan dan persaudaraan hanya gara-gara momentum 5 tahun sekali itu.

Dalam kesempatan yang sama Pendeta Ir.Iwan Luwuk mengatakan bahwa tema yang diangkat oleh PKC PMII Kalbar sangat menggetarkan sanubari karena berbicara tentang Penguatan Demokrasi yang bermartabat.

“Demokrasi yang bermartabat adalah demokrasi yang selalu dapat menghargai nilai-nilai kebersamaan, keberagaman, tidak menjadi sombong, angkuh atau arogan”, ungkap Pendeta Iwan Luwuk, seraya mengatakan, bahwa lemahnya demokrasi bermartabat karena kita belum memiliki kekuatan untuk menata dan menjalankan demokrasi yang sebenarnya.***(R/K65News).

Penulis         : Fikri

Editor           : M. Fahrozi

Gambar        : Dokumen Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Barat untuk K65News.

______________________________________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *