Ini Tanggapan Para Pihak Terkait Pemangkasan APBD Kalbar Oleh Gubernur Sutarmidji
PONTIANAK – Melalui akun Facebook Bang Midji (Gubernur Kalbar Sutarmidji-red), beberapa waktu lalu, menyatakan, bahwa hari pertama masuk kantor sebagai Gubernur Kalbar, Sutarmidji memimpin apel dan memberi arahan kepada seluruh stafnya.
“Hari berikutnya saya memimpin rapat koordinasi dan saya terkaget kaget karena sebagian besar Dinas dan Badan dalam menyusun Rencana Kerja Anggaran 2019 hampir tak mengakomodir visi misi saya dan Pak Ria Norsan”, ungkap Gubernur Kalbar Suarmidji di akun Faceboknya Bang Midji itu.
Lebih lanjut dikatakan Sutarmidji, bahwa pendidikan gratis untuk SMA/K dalam RKA 2019 tersebut tidak dianggarkan. Tapi yang paling kaget lagi, aku Sutarmidji, biaya perjalanan dinas totalnya setahun 220 an milyar rupiah.
Belum sampai disitu, kata Sutarmidji, yang tak kalah kagetnya, ternyata mobil dinas ada 1216 buah. Dia putuskan untuk pangkas separoh perjalanan dinas dan separoh biaya mobil dinas, anggarannya dialokasikan untuk pendidikan gratis untuk negeri hingga SMA/K.
“Alhamdulillah selesai lah satu janji. Insya Allah saya akan sampaikan kejutan kejutan lain biar masyarakat Kalbar tau duit APBD untuk apa aja”, janji Sutarmiji melalui akun Facebook Bang Midji itu.
Berkaitan dengan keputusan yang diambil oleh mantan Walikota Pontianak yang terpilih sebagai Gubernur Kalbar hasil Pilkada Serentak beberapa waktu lalu itu, mendapat tanggapan dari berbagai kalangan.
Tanggapan itu diantaranya datang dari Prof DR Edi Suratman MEc, tokoh masyarakat Kalbar yang juga adalah Guru Besar Ekonomi di Untan Pontianak yang sekaligus Pengamat Ekonomi Keuangan, menyatakan sangat mengapresiasi keputusan Gubernur Sutarmidji memangkas separo perjalanan dinas dan biaya mobil dinas yang kemudian anggaran itu dialokasikan untuk pendidikan gratis.
“Baguslah. Tentu jauh lebih bagus, kalau belanja dialokasikan untuk peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) dibanding untuk perjalanan dinas”, papar Edi Suratman dari fasilitas telpon genggamnya, kepada media ini, Minggu (16/09/2018) malam.
Selanjutnya Edi Suratman berkata, ingat IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kalbar peringkatannya sangat rendah berada di posisi 29 dari 34 provinsi.
“Kita perlu bekerja keras untuk menaikkan peringkat IPM itu, antara lain melalui alokasi anggaran yang lebih fokus”, ucap Edi Suratman, sembari mengatakan, bahwa pernyataan Gubernur Sutarmidji secara terbuka itu layak diapresiasi, karena alokasi dan pengelolaan anggaran daerah memang sudah seharusnya dilakukan dengan prinsip transparan dan akuntabel.
Untuk itu ke depan Edi Suratman berharap, agar Gubernur Sutarmidji akan selalu terbuka, bahkan membuka ruang untuk melakukan BEDAH RAPBD sebelum disahkan DPRD menjadi APBD dengan melibatkan akademisi dan tokoh tokoh masyarakat.
Selain Edi Suratman, tokoh masyarakat Kalbar lainnya, Max Jusuf Alkadrie juga sangat mendukung kebijakan Gubernur Sutarmidji untuk effisiensi anggaran yang dilakukannya terhadap APBD Provinsi Kalimantan Barat tersebut.
“Saya sangat mendukung kebijakan yang telah diambil oleh Gubernur Kalbar Pak Sutarmidji, karena kebijakan itu ada tujuannya, yakni menbantu rakyat dalam pendidikan berupa bebas uang sekolah”, ujar Max Jusuf Alkadrie yang saat ini berada di Vancouver Canada melalui telpon genggamnya kepada media ini beberapa menit lalu.
Sedangkan tanggapan berikutnya datang dari warga Ketapang, Kalimantan Barat, H. Zainuddin, SE, mantan anggota DPRD Ketapang. Ia menyatakan, bahwa keputusan yang diambil oleh Sutarmidji itu sangat bijak.
“Gubernurnya tegas dan cerdas, kalo kayak gitu sikapnya, saya pastikan Kalbar cepat maju. Saya berharap, khususnya untuk Kabupaten Ketapang, Bupatinya juga bisa tegas dan mencontoh Gubernur Sutarmidji agar Ketapang pun lebih baik, sehingga terwujud pemerintahan yang good governance (pemerintahan yang bagus-red)”, tutup Zainuddin.***(Halim Anwar/K65News).
Gambar : Sutarmidji dan Ria Norsan disambut warga Kalbar di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya ketika usai dilantik Presiden Jokowi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar. .***(Dok.K65news).
_______________________________________________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


