23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Sudah 16 Kasus ITE Diproses, Kapolda Kalbar: Medsos Sekarang Dipenuhi Informasi Palsu

PONTIANAK – Sebaran informasi dari media sosial atau sosmed begitu cepat. Tanpa menghitung lama, informasi begitu mudah didapat. Namun, apa jadinya jika sebaran informasi itu tidak dilakukan cek dan ricek, maka masalah pun terjadi.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, dalam sambutannya pada event Festival Media atau Fesmed 2018 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyatakan, bahwa  pemanfaatan media sosial di Indonesia saat ini berkembang luar biasa.  Akan tetapi, perkembangan teknologi informasi kehidupan di dunia nyata tidak paralel dengan kehidupan di dunia maya.

“Medsos sekarang dipenuhi berita informasi palsu (hoaks), provokasi, fitnah, sikap intoleran bahkan anti Pancasila,” kata Kapolda Didi Haryono, di hadapan berbagai jurnalis di Indonesia dan mancanegara yang datang dalam Proyek Festival Media 2018 yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Kota Pontianak di Rumah Radakng ‘sebuah rumah panjang suku Dayak Kanayatn di Provinsi Kalimantan Barat’, Jum’at (21/09/2018).

Kapolda Didi Haryono menjelaskan, kemajuan teknologi di era globalisasi membuat informasi begitu cepat beredar luas. Karena, keberadaan internet sebagai media baru membuat informasi yang belum terverifikasi benar dan tidaknya tersebar sangat cepat.

“Medsos memberikan sebuah kemerdekaan bagi para pengguna untuk mengekspresikan dirinya, sikapnya, pandangan hidupnya atau mungkin sekadar menumpahkan unek-uneknya. Kita prihatin dengan kondisi saat ini, cukup banyak orang yang menggunakan medsos untuk menyebarkan kebencian dan provokasi, kondisi tersebut bisa menjadi potensi ancaman dan memberikan dampak negatif yang mengarah pada perpecahan,” ujar Didi Haryono, seraya menyatakan, bahwa akhir-akhir ini penggunaan media sosial mengarah kepada ujaran kebencian dan bentuk-bentuk intoleransi serta informasi palsu menjadi trending topik yang marak menghiasi jagad medsos.

Selanjutnya Kapolda mengatakan hal ini berlangsung khususnya di situasi politik tertentu.  Misalnya saja pada saat Pemilu, Pilpres dan Pileg 2018 mendatang, di mana terdapat indikasi adanya persaingan politik yang dilakukan melalui medsos.

“Kita ketahui bersama bahwa agenda Kamtibmas nasional adalah Pilpres dan Pileg 2018 yang dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia. Dihadapan saya telah hadir dari beberapa Pimpinan Redaksi, Wartawan dan Pemerhati Media, tentunya sangat paham bagaimana peran media dalam membentuk sebuah opini kepada civil society. Perubahan dinamika masyarakat saat ini menuntut kita semua berfikir cepat, cerdas dan tepat untuk menentukan bagaimana situasi ini kita bawa kepada situasi yang positif”, ucap Didi Haryono.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Kalbar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kalbar untuk bermedia sosial yang cerdas, dan dia juga meminta kepada para jurnalis atau media agar terus memberikan edukasi kepada masyarakat dalam bingkai NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

“Diera informasi ini, media sangat berperan dalam membentuk opini di masyarakat, sehingga sangat penting dalam membangun masyarakat agar cerdas, agar situasi Kamtibmas selalu menjadi positif. Sehingga mari kita kembali menggunakan media dengan bijak agar tidak ikut dalam menyebarkan hoaks”, ajak Irjen Didi Haryono.

Disampaikannya juga, bahwa pihaknya saat ini aktif melakukan patroli cyber yang bertugas berpatroli Kepolisian di media sosial agar warganet memperoleh informasi-informasi yang benar dan santun dalam bermedia, sekaligus memantau akun dan medsos yang sifatnya negatif untuk ditindak dengan UU ITE.

“Sudah 16 kasus tindak pidana ITE yang kami proses karena bermedsos yang tidak bijak tersebut. Untuk itu, sekali lagi saya imbau agar masyarakat bijak dalam bermedsos agar tidak terjerat dengan UU ITE tersebut,” ujar Kapolda Didi Haryono.

Selanjutnya menyikapi hal-hal tersebut Kapolda Kalbar, Irjen Pol Drs Didi Haryono menyampaikan langkah yang harus kita pedomani agar bijak dalam menggunakan media sosial : Pertama; sebarluaskan berita positif baik tulisan kritis terkait isu terkini, hal baik akan dikalahkan radikalisme dimedia sosial bila hanya melihat, menyaksikan dan berdiam diri.

Kedua; putus hubungan di media sosial dengan orang atau kelompok yang suka menyebar kebencian, jangan ragu block jika akun tersebut berisi konten-konten yang bersifat negatif. Ketiga; hati-hati dengan judul provokatif dan sensasional, cermati dulu, periksa fakta serta peristiwa dari mana dan siapa sumbernya, di era teknologi digital saat ini, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

“Keempat, laporkan sebagai langkah akhir bila konten-konten tersebut dan akun di media sosial menyudutkan dan berbahaya”, pungkas Kapolda Kalbar Didi Haryono.***(R/K65News).

Gambar    : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk K65News

Penulis     : Cucu

Editor       : Fahrozi

_______________________________________________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *