23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Begini Pandangan Pengamat Dampak Kebohongan Ratna Sarumpaet Dari Aspek Komunkasi Politik

JAKARTA – Kemarin petang, Rabu, 3 Oktober 2018, publik diseluruh negeri ini dikejutkan dengan pengakuan jujur Ratna Sarumpaet atas kebohongan yang dilakukannya sendiri.

“Menarik menyimak pernyataan pengakuan tersebut melalui berbagai media. Setidaknya ada sembilan catatan saya yang kurang produktif terkait pengakuan kebohongan RS dari aspek komunikasi politik di tengah tahun politik saat ini”, ungkap Emrus Sihombing, Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, kepada Redaksi media ini, Kamis (04/10/2018) siang, di Jakarta.

Pertama, kata Emrus, bahwa setiap pesan yang dilontarkan ke ruang publik, termasuk hoaks yang disampaikan Ratna Sarumpaet, tidak bisa ditarik apalagi hilang sekalipun minta ma’af.

“Kedua, setiap pesan komunikasi, termasuk yang disampaikan RS utamanya dalam bentuk hoaks, ujaran kebencian dan eksploitasi SARA akan tersimpan dipeta kognisi khalayak (publik) lebih lama”, kata Emrus.

Ketiga, lanjut Emrus Sihombing, kebohongan awal yang dilakukan seseorang, siapapun dia, termasuk Ratna Sarumpaet, akan cenderung dilanjutkan dengan kebohongan berikutnya untuk menutupi kebohongan sebelumnya.

“Keempat, kepercayaan khalayak terhadap RS, secara hopitetis, akan tergerus tajam. Kredibilitasnya terjun bebas di mata publik”, cetus Emrus Sihombing.

Selanjutnya yang kelima, menurut Emrus Sihombing, bahwa merujuk pada teori gunung es, kebohongan Ratna Sarumpaet tersebut, sebagai puncak dari perilaku yang diperankan Ratna sebelumnya. Artinya, publik sulit percaya kepada pernyataan Ratna Sarumpaet sebelumnya sepanjang sebagai aktifis.

“Keenam, langsung atau tidak langsung, kredibilitas para tokoh yang “termakan” dari pengakuan awal dari RS, secara hipotetis, akan dipertanyakan oleh publik karena tidak melakukan klarifikasi dari berbagai sumber, antara lain dari dokter yang menangani RS, sebelum memberikan tanggapan diruang publik”, papar Emrus Sihombing.

Kemudian untuk yang ketujuh diungkapkan Emrus, bahwa pengakuan kebohongan Ratna Sarumpaet, bisa berimbas kurang baik terhadap pemimpin yang sempat mendapat dukungan dari Ratna Sarumpaet.

“Kedelapan, pengakuan kebohongan dari RS bisa mempengaruhi sikap publik dan perilaku memilih masyarakat kepada salah satu Paslon Pilpres pada Pemilu 2019, dan yang kesembilan, perlu diketahui bahwa lebih sulit memperbaiki citra yang sudah kurang baik daripada membangun atau menciptakan citra baru”, ucap Emrus Sihombing yang sering menjadi narasumber diberbagai media massa nasional termasuk media ini.

Karena itu ujar Emrus, sangat sulit me-recover citra tokoh yang didukung oleh Ratna Sarmpaet karena elit utama dari koalisi tersebut sudah sempat memberikan pernyataan dukungan penuh terhadap pengakuan yang sebelumnya dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dan kemudian diakuinya sebagai kebohongan.

“Untuk itu, menurut hemat saya, tim dari poros politik yang didukung oleh RS harus segera menyusun dan mengimplementasikan strategi dan program komunikasi politik yang jitu untuk mewujudkan perjuangan politik. Antara lain, menjelaskan, bahwa itu merupakan tindakan personal dari RS itu sendiri, sehingga menjadi urusan pribadi yang bersangkutan apapun konsekuensi dari perilaku komunikasi kebohongan tersebut”, pungkas Emrus Sihombing.***(R/K65News).

Gambar      : Emrus Sihombing Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner.***(Ist).

Editor         : Fahrozi

_______________________________________________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *