23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Ini Analisis Kejadian Angin Kencang dan Banjir Rob di Kota Pontianak dan Sekitarnya

PONTIANAK – Angin kencang berdurasi singkat  dan hujan intensitas sedang – lebat masih terjadi di pesisir Kalimantan Barat hari ini, Sabtu (29/12/2018). Wilayah yang terdampak antara lain mulai dari Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Mempawah, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Kayong Utara hingga Kabupaten Ketapang.

“Angin kencang tercatat di beberapa UPT BMKG Kalimantan Barat antara lain Stasiun Klimatologi Mempawah sebesar 25 knot (sekitar 45 km/jam), Stasiun Meteorologi Maritim Kota Pontianak 26 knot ( sekitar 47 km/jam), dan Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak sebesar 30 knot (sekitar 54 km/jam)”,terang Kepala Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak, Erika Mardiyanti, S.Kom., M.Si, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (29/12/2018).

Dikatakan Erika lebih lanjut, bahwa angin kencang di pesisir Kalbar ini mulai terjadi pada pukul 11.30 WIB. Berdasarkan penginderaan citra radar cuaca, angin kencang dan hujan ini meluas di Kabupaten Sambas, Kabupaten Landak,  Kabupatenn Sanggau, hingga Kabupaten Sekadau.

“Data pasang surut yang teramati di Muara Sungai Kapuas Kecil pada AWS Stasiun Meteorologi Maritim Kota Pontianak menunjukkan terjadinya peningkatan tinggi air yang signifikan mulai jam 11.20 WIB hingga puncaknya pada jam 12.40 – 12.50 WIB yaitu 2,8 meter. Pada jam 11.10 WIB pola pasang menunjukkan mulai turun menjadi 2.2 meter”, terang Erika.

Menurut Erika, catatan curah hujan  hari ini mulai jam 07.00 – 13.00 WIB secara umum tidaklah signifikan.  Curah hujan di Stasiun Klimatologi Mempawah sebesar 9 mm (termasuk hujan ringan), Stasiun Meteorologi Maritim Kota Pontianak 7 mm (termasuk hujan ringan), dan Stasiun Meteorologi Supadio Pontianak 4 mm (termasuk hujan ringan)

“Berdasarkan data-data tersebut di atas diduga pemicu tingginya pasang yang terjadi di Kota Pontianak dan sekitarnya adalah terbawanya air laut menuju darat oleh angin kencang”, tutur Erika.

Kemudian terang Erika, diprakirakan hingga tanggal 01 Januari 2019 masih terdapat potensi hujan sedang – lebat yang disertai angin kencang berdurasi singkat di Pesisir Kalimantan Barat. Tinggi gelombang di Perairan Kalbar diprakirakan juga akan cukup tinggi hingga 2,5 meter yaitu di seluruh Perairan Kalimantan Barat.

“Potensi gelombang tinggi hingga 4,0 meter berpotensi terjadi di Laut Natuna Utara – Perairan Kepupauan Natuna. Potensi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan ini dipicu oleh pertemuan massa udara di Kalimantan Barat serta adanya Pusat tekanan rendah yang simetris di Belahan Bumi Utara yaitu di Laut Cina selatan dan di Belahan Bumi Selatan yaitu di Samudra Hindia”, papar Erika.

Sementara itu lanjut Erika, bahwa untuk pasang air laut diprakirakan sudah mulai menurun. Pasang maksimum terjadi pada tanggal 24 – 27 Desember 2018. Namun seiring diprakirakan masih adanya potensi hujan sedang – lebat di pesisir Kalbar.

“Maka perlu diwaspadai potensi akan terjadinya genangan di pesisir Kalimantan Barat. Bagi para Nelayan tradisional khususnya perlu diwaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter”, himbau Erika.

Erika juga mengingatkan, untuk informasi lebih lanjut masyarakat di Kalimantan Barat bisa mengunjungi website : http://kalbar.bmkg.go.id  , sosial media : fanspage facebook : info BMKG Kalbar, Instagram : Info BMKG Kalbar, telp. 0561 – 721142 atau bisa mengunjungi kantor UPT BMKG terdekat di Kalimantan Barat.***(R/K65News).

Gambar   : Kondisi cuaca di Jungkat, Kalbar.***(dok.istimewa)

Penulis    : Adjie Saputra

Editor      : Fahrozi

_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *