PC PMII Cabang Kota Pontianak Adakan Dialog Publik Menolak Fanatisme dan Politik Identitas
PONTIANAK – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC.PMII) Kota Pontianak, Kalbar, selenggarakan dialog publik. Tema yang di angkat “Menolak Fanatisme dan Politik Identitas”, Rabu 20 Februari 2019 di Aual Fisip Untan.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sebagai narasumber Walikota yang diwakilik oleh Rizal selaku Kepala Kesbangpol Kota Pontianak, Kapolresta Kota Pontianak Kombes Pol. Muhammad Anwar Nasir, dan Ridwan Komisioner Bawaslu Kota Pontianak, Ketua KPU Kota Pontianak Deni Nuliadi serta akademisi dan pengamat politik NU Sahabat Baihaqi,.M.Si.
Dalam sambutannya, Ketua PC PMII Kota Pontianak Fahrizal Amir merasa senang kegiatan ini bisa di selenggarakan untuk memberikan informasi kepada kaum milenial.
“Saat ini kita dihadapi dengan fanatisme. Kota Pontianak yang rawan konflik, semoga dengan adanya dialog ini bisa menjadi wejangan atau talaah bagi kita”, tutur Fahrizal Amir.
Dia juga menjelaskan saat ini banyak sekali dekralasi-deklarasi meskipun berjumlah beberapa orang, yang beranggapan golongan-golongan tertentu.
“Sebagai pemuda kita harus siap untuk menghadapi masa-masa yang seperti ini”, pesannya.
Selanjutnya Muammar Kadafi selaku Ketua PKC PMII Kalbar, menegaskan, bahwa tragedi 1997, 1999 dan 2000 merupakan salah satu korban Politik Identitas, kita tidak mau sejarah kelam tersebut kembali terjadi di Kalbar, karena akan banyak kerugian yang dialami nya.
Kadafi mengajak seluruh lapisan masyarakat Kalimantan Barat untuk tidak mudah terprovokasi oleh Kepentingan Politik Fanatisme dan identitas. Kader-kader PMII harus memberikan pendidikan politik yang baik terhadap masyarakat.
Dikatakan Kadafi, PMII sendiri merupakan bagian dari Nahdatul Ulama yang menyebarkan Islam Ahlussunah Wal Jama’ah, Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam yang cinta damai, toleran, menyebarkan kebaikan bagi seluruh alam.
“Kita tegaskan, bahwa dalam urusan menjaga keutuhan NKRI PMII Harga Mati. Kami juga siap menjadi garda terdepan bersama TNI-Polri dalam menjaga kedamaian, ketertiban serta mensukseskan Pemilu 2019”, tegas Kadafi.
Rizal selaku Kepala Kesbangpol Kota Pontianak, sangat mengapresiasi kegiatan yang di selenggarakan oleh PC. PMII Kota Pontianak. “Dalam waktu 2 bulan kedepan sebarkan informasi-informasi tentang pesta demokrasi dimanapun”, imbuhnya.
Dia juga minta, bahwa pemuda hari ini harus siap menjelaskan penolakan fanatisme dan politik identitas menjadi rujukan untuk arah kedapannya.
Sebelum membuka secara resmi acara Dialog Publik Menolak Fanatisme dan Politik Identitas, Rizal yang mewakili Pemerintah Kota Pontianak berpesan kepada peserta yang hadir untuk menertibkan Pilkada Serentak 2019, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.
Diakhir dialog PC. PMII Kota Pontianak melakukan deklarasi damai yang isinya sebagai berikut ;
“Deklarasi Menolak Fanatisme dan Politik Identitas pada Pemilu 2019”
Menyikapi perkembangan situasi menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden RI tahun 2019, kami mahasiswa Kota Pontianak Kalimantan Barat menyatakan :
- Mendukung penyelenggaraan Pemilu yang damai, jujur, adil dan demokratis.
- Mewujudkan Pemilu yang bebas dari hoax, ujaran kebencian dan terbebas dari praktek money politic.
- Menolak penggunaan isu politik identitas yang dapat mengancam dan memecah belah persatuan bangsa.
- Menolak Fanatisme buta yang mengesampingkan data faktual pembangunan nasional.
- Siap merawat keharmonisan hubungan antar warga negara, toleran, dan saling menghormati setiap perbedaan.***(R/K65News).
Gambar : Dokumen PKC PMII Kalbar untuk kabar65news.com
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


