Millennial Road Safety Festival, Selamatkan Generasi Millennial dari Laka Lantas
PONTIANAK – Menurut data IRSMS (Integrated Road Safety Management System) bahwa tahun 2018 lalu, kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 107.968 kasus yang mana korbannya didominasi oleh generasi millennial.
Sedangkan di Kalimantan Barat sendiri, tercatat selama tahun 2018 terjadi 1.208 kasus kecelakaan lalu lintas, 504 meninggal dunia, 545 luka berat dan 1.128 luka ringan. Dari data tersebut sebanyak 242 orang meninggal dunia, dari generasi millennial.
Kapolda Kalbar mengatakan, hal ini sangat mengkhawatirkan karena kaum millennial merupakan aset utama dan generasi penerus bangsa.
“Bapak persiden melihat hal tersebut, sehingga generasi milenial ini harus diselamatkan melalui tertib dan disiplin lalulintas,” ujar Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono saat ditemui diacara Millennial Road Safety Festival di Alun-Alun Kapuas, Minggu (03/03/2019) pagi.
Dalam kesempatan ini, Irjen Pol Didi Haryono juga menerangkan, bahwa ada empat faktor penyebab kecelakaan berlalulintas. Yaitu faktor manusia, faktor kendaraan, faktor alam dan faktor kondisi jalan.
“Dari empat aspek tersebut kecelakaan lalulintas 80% didominasi oleh aspek manusia, seperti kurang kehati-hatian, dan seterusnya,” terang Kapolda Kalbar.
Menurut Irjen Pol Didi Haryono, dalam hal lalu lintas, pemerintah sudah memberikan fasilitas yang cukup, yakni membangun infrastruktur, perbaikan dan pelebaran jalan, hingga tercukupinya rambu-rambu lalu lintas.
“Ini sebenarnya adalah memberikan suatu sinyal positif kepada para pengguna, tapi kadang-kadang disalahgunakan,” tuturnya.
“Jalan maksimal 60 Km/jam tapi digunakan 80 Km/jam. Jalan harus pakai lampu, tidak dinyalakan, nah ini. Inilah penyebabnya karena sudah diberikan semacam warning penyebab kecelakaan berlalulintas itu,” sambung Kapolda Kalbar.
Dengan nada yang sama, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD mengatakan generasi millennial sebagai generasi yang punya sikap bebas, kreatif, inovatif dan serba digital.
“Saya ingin menekankan sikap keterbukaan dan seba bebas ini jangan disalahartikan,” ujar Mahfud MD
Mahfud MD menjelaskan, kebebasan itu harus tunduk kepada aturan-aturan hukum. Karena setiap pelanggaran terhadap aturan hukum itu melanggar hak orang lain termasuk di jalan raya.
“Termasuk dalam saudara berkendaraan harus tunduk dalam aturan-aturan hukum dalam berlalulintas. Jagalah ketertiban berlalulintas dimanapun saudara-saudara berada. Itulah cara bernegara yang baik,” pesannya, kepada para peserta Millennial Road Safety Festival.
Mahfud MD juga berpesan, sebagai generasi Millennial yang berjiwa kebebasan, pergunakanlah kebebasan itu untuk kemajuan bersama agar Negara Indonesia selalu terjaga.
“Pergunakan kebebasan itu untuk kemajuan bersama agar Indonesia ini terjaga dan saya ingin menyampaikan saudara adalah warga negara Indonesia yang bertanggung jawab atas kesadaran dan kelangsungan bangsa ini untuk terus bertahan,” tutur Mahfud MD.
Terpisah, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono menambahkan, acara Millennial Road Safety Festifal ini dilakukan di seluruh Indonesia. Dan pada hari ini, Minggu (03/03/2019) pagi, Milenial Road Safety Festival digelorakan di Provinsi Kalimantan Barat.
“Hari ini adalah di Provinsi Kalimantan Barat dimana leading sektornya adalah Polda Kalimantan Barat bekerjasama dengan Pemda beserta seluruh komponen masyarakat termasuk dari DPR RI,” jelas Kapolda Kalbar. “Tentunya kegiatan ini adalah dari kita untuk kita. Tadi telah kita saksikan kurang lebih 60.000 warga Pontianak dan sekitarnya hadir menyemarakkan tertib dan disiplin berlalulintas,” sambungnya.***(SP/K65News).
Gambar : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk kabar65news.com
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


