Ada Tiga Jenis Kampanye, Apa Itu ? Simak Ulasan Kapolda Kalbar Didi Haryono Berikut
KUBU RAYA – Rapat Koordinasi dalam rangka Evaluasi dan Kesiapan Menghadapi Pemilu 2019 digelar di Markas Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH hadir bersama Pejabat Utama Polda Kalbar yang terlibat dalam Operasi Mantap Brata 2019. Dalam kesempat tersebut Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menyebut, ada tiga jenis kampanye, yaitu kampanye positif, kampanye negatif dan kampanye hitam.
“Polri tentu menindak tegas, bila terjadi kampanye hitam. Karena menyampaikan kekurangan atau menjelekan para calon atau kandidat tanpa disertai dengan bukti,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menjelaskan, bahwa permasalah waktu pencoblosan surat suara yang berpotensi sangat lama mengingat ada 5 lembar surat suara yang dicoblos ditambah lagi setiap TPS terdapat 300 pemilih.
“Bila diasumsikan 1 pemilih memerlukan waktu coblos 5 menit, maka pencoblosan bisa mnghabiskan waktu selama 1.500 menit atau 25 jam. Sehingga KPU harus melakukan simulasi,” ujar Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Sementara itu menurut Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, kepada Dansat/Kabalak, para prajurit dan ASN jajaran Kodam XII/Tanjungpura dalam rangka menghadapi Pemilu 2019, agar menjaga netralitas.
“Sanksi tegaspun akan diberikan, jika ada prajurit Kodam XII/Tanjungpura yang ketahuan tidak netral. Agar prajurit jangan sampai terpengaruh terhadap pemberitaan-pemberitaan di media sosial yang dapat menggiring kearah ketidaknetralan TNI, cukup dibaca saja tidak perlu dikomentari ataupun didiskusikan,” kata Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi.
Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi menjelaskan, “Bahwa Pemilu tahun 2019 menjadi Pemilu yang pertama kali terjadi di dunia di mana secara serentak dilaksanakan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Pemilihan Legislatif meliputi DPR RI, DPRD Tk.Provinsi dan DPRD Tk. Kabupaten/Kota serta DPD, dengan demikian pemilih harus mencoblos lima surat suara sekaligus,”.
Panglima Komando Daerah Militer XII/Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi mengingatkan,”TNI akan mengawal sukses dan amannya Pemuli 2019 ini. Mulai pentahapan sampai pengiriman logistik ke TPS-TPS. Saya akan kerahkan seluruh prajurit sebanyak tujuh Batalyon yang ada di Kodam XII/Tpr untuk mensukseskan Pemilu 2019,”.***(SP/K65News).
Gambar : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk kabar65news.com
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


