Arnold Thenu, Mantan Aktivis 98 : Pemilu curang issue provokatif
JAKARTA – Tidak lama lagi rakyat Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi yang idealnya harus diwarnai dengan penuh kegembiraan dalam hajatan politik (Pilpres) tersebut. Bukan malah diwarnai dengan issue-issue menyesatkan dalam kemasan hoax atau lainnya yang sengaja diciptakan untuk meresahkan rakyat Indonesia. Bahkan, Pemilihan Presiden yang akan digelar 17 April mendatang sudah dikatakan curang.
Demikian antara lain disampaikan Arnold Thenu yang merupakan Mantan Aktivis 98 kepada Redaksi Kantor Berita Online www.kabar65news.com melalui keterangan tertulisnya, Kamis (04/04/2019) malam.
Dikatakan Arnold, padahal, Pemilihan Presiden belum digelar apalagi dihitung dan diumumkan secara resmi hasilnya oleh KPU. “Jadi, issue Pemilihan Presiden curang sebelum Pemilu itu dilaksanakan adalah issue provokatif”, tegasnya.
Lebih lanjut Arnold berkata, bahwa dalam Pilpres, wajar kalau setiap Capres dan Cawapres ingin merebut hati rakyat. Tetapi, harus dengan cara-cara yang sportif. Bukan berarti, ingin naik ke puncak sebagai pemenang harus menginjak dengan segala cara agar pesaingnya terjungkal jatuh.
“Lebih parah lagi, mencari pembenaran dengan cara menyalahkan pesaingnya dengan fitnah keji agar dianggap benar. Dan, anak sekolah dasarpun mengetahui kalau fitnah itu lebih kejam dari pembuhuhan”, ungkap Arnold.
Ironisnya lagi, kata Arnold, orang yang mengaku dewasa malah menyebarkan fitnah dengan penuh percaya diri. Kini, fitnah itu berkembang menjadi issue menyesatkan di masyarakat. Dan, berpotensi memecah belah masyarakat.
“Salah satunya adalah issue Pemilu curang tersebut. Padahal, issue Pemilu curang sudah pernah dimainkan pada Pilpres 2014 yang lalu oleh kubu Prabowo yang saat itu dikalahkan oleh Jokowi”, ungkap Arnold Thenu.
Dalam Pilpres 2014 lalu, papar Arnold Thenu, Prabowo mengatakan, bahwa Pemilu curang. Issue Pemilu curang secara terstrukur, sistematis dan masif (TSM) menjadi jargon kubu Prabowo yang saat itu berpasangan dengan Hatta Rajasa.
“Miris memang, ketika mereka memainkan issue itu pasca kalahnya pasangan tersebut dalam perhitungan perolehan suara. Karena, Prabowo ternyata tidak mampu membuktikan apa-apa perihal Pemilu curang secara TSM seperti yang dia lontarkan. Atau, mungkin memang Prabowo sendiri tidak mengerti arti sekaligus makna dari kecurangan TSM itu sendiri. Sehingga, dalam persidangan kubu Prabowo tidak mampu menjelaskan apalagi membuktikannya secara hukum perihal kecurangan Pilpres secara TSM”, ucap Arnold.
Lucunya lagi lanjut Arnold, sekarang pion politik kubu Prabowo dikorbankan untuk menggoreng issue usang Pemilu curang seperti yang mereka pernah mainkan 2014 lalu. Aneh, seharusnya seorang kakek-kakek mengajarkan kepada anak cucunya agar tidak boleh suudzon.
“Tetapi, kakek-kakek itu justru memaksa anak cucunya untuk berpikir suudzon . Dan, tanpa disadari pion politiknya kubu 02 itu sedang menunjukan kepanikan. Karena, sepertinya tidak ada cara lagi untuk memenangkan kubu 02 secara sportif. Dan, memilih mengorbankan rakyat demi kepentingan sesaat adalah dosa besar jika itu yang di inginkan”, kata Arnold.
Oleh karena itu, tutup Aktivis 98 ini, bahwa untuk alasan apapun rakyat tidak boleh di adu domba dalam pilpres 17 April mendatang. Sehingga, diharapkan dalam waktu tersisa ini kubu 02 berani berbicara dengan bahasa kebenaran seperti berbicara soal prestasi Capres dan Cawapresnya jika ada. Atau, hal-hal yang bisa dibanggakan secara positif. Bukan, malah memainkan issue-issue yang provokatif.***(R/K65News).
Gambar : Arnold Thenu, Mantan Aktivis 98.***(Ist).
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


