Terkait Hasil Quick Count, Emrus Sihombing : Semua pihak peserta Pilpres harus menahan diri
JAKARTA – Hari ini rakyat Indonesia sudah menentukan pilihan. Namun semua pihak sebaiknya menunggu hasil perhitungan manual (real count) terhadap semua suara dari seluruh Indonesia oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum). Jangan sampai ada yang merasa sudah menang.
Demikian antara lain disampaikan Emrus Sihombing, Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, melalui keterangan tertulisnya kepada Redaksi Kantor Berita Online www.kabar65news.com , Rabu (17/04/2019) malam.
Selanjutnya Emrus berkata, bahwa terkait Pilpres, sore tadi para lembaga survey telah menyampaikan hasil perhitungan cepat. Hasil tersebut menunjukkan perbedaan perolehan suara oleh dua Paslon Pilpres.
“Salah satu Paslon berpeluang mendapat dukungan rakyat menjadi Presiden dan Wakil Presiden, sedangkan Paslon lain bisa sebaliknya. Jadi, hasil survey ini bukan pegangan, hanya sekedar peluang”, ungkap Emrus Sihombing.
Terkait dengan pelaku survey, lanjut Emrus, adalah para lembaga survey yang sudah terdaftar di KPU, “menurut saya, lebih memiliki “otoritas” menyampaikan hasil surveynya kepada publik daripada yang belum terdaftar di KPU”, tegas Emrus.
Diungkapkan Emrus, bila ada lembaga survey yang belum terdaftar di KPU, tetap bisa saja melakukan survey, namun hasilnya bersifat internal. Karena itu, hasilnya tidak untuk disajikan ke ruang publik.
“Kalaupun memang hasil survey internal disampaikan ke publik, sebaiknya tidak hanya me-release hasilnya yang memposisikan Paslon tertentu memperoleh angka lebih banyak dari Paslon lainnya, tetapi yang paling utama membuka, mendiskusikan dan “membongkar” metodologi yang digunakan pada semua tahapan proses survey yang dijalankan”, papas Emrus.
Oleh karena itu, kata Emrus, dari aspek penelitian survey, yang terutama diperbincangkan (dibahas) adalah metodologi yang digunakan, bukan sekedar penyampaian hasil dari suatu survey itu sendiri.
“Sebab, bila metodologinya sudah baik, tepat dan benar, maka hasilnya dipastikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Sebaliknya, bila hasilnya yang dikedepankan dan melupakan metodologinya, maka hasil tersebut masih dapat dipertanyakan secara akademik”, tutup Emrus Sihombing.***(R/K65News).
Gambar : Emrus Sihombing, Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


