Haidar Alwi : Jangan penuhi sejarah Indonesia dengan ukiran hoax dan ujaran kebencian
JAKARTA – Dalam sejarah pertarungan politik di Republik Indonesia untuk memperebutkan kursi Presiden, belum pernah ada caci maki, hinaan dan fitnah secara masif membabi buta seperti yang diarahkan kepada Jokowi tanpa jeda sedikitpun. Bahkan, seakan menjadi halal bagi mereka untuk melakukan ujaran kebencian. Dan, ini merupakan sejarah terburuk dalam percaturan politik tanah air. Dimana norma kesopanan, norma kesusilaan, norma hukum dan norma agama tidak lagi berlaku bagi manusia yang mengimport budaya dari luar.
Demikian disampaikan Haidar Alwi selaku Penanggung Jawab Aliansi Relawan Indonesia (ARJ) kepada Redaksi Kantor Berita Online www.kabar65news.com melalui keterangan tertulisnya, Jum’at (03/04/2019) pagi.
Selanjutnya kata Haidar, jika kita mau menginventaris setiap caci maki, hinaan dan fitnah dengan berbagai aroma yang di alamatkan kepada Jokowi. Maka, kita akan perlu waktu lama untuk mengupas apalagi membahasnya satu persatu.
“Karena, memang itu semua sudah seperti mesin industri mematikan yang sengaja dibuat untuk memproduksi produk kebencian terhadap Jokowi. Tetapi, ini justru membuktikan sulitnya mecari kekurangan Jokowi. Dan, sama sulitnya mencari kelebihan mereka untuk bersaing dengan Jokowi saat ini. Karena, mereka tidak pernah memproduksi prestasi di Republik ini”, papar Haidar.
Lebih jauh Haidar berkata, bahwa sekarang, Indonesia sedang bangkit dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Dan, mata dunia sedang tertuju melihat kemajuan Indonesia. Karena, tidak ada yang tidak mungkin pada masa mendatang Indonesia akan menjadi negara yang sangat berpengaruh secara sosial, ekonomi dan lainnya. Oleh karena itu, kita sebagai rakyat Indonesia harus bersatu padu bergandengan tangan untuk menjaga agar rakyat Indonesia tidak bisa di adu domba.
“Kita harus pastikan hoax dan ujaran kebencian tidak boleh berada di tengah-tengah budaya yang ada di Indonesia. Karena, itu bukan budaya asli bangsa Indonesia. Dan, itu dapat memecah belah persatuan kesatuan rakyat Indonesia. Sehingga, Indonesia akan hancur seperti yang mereka inginkan”, ucap Haidar.
Apa yang kita dapatkan hari ini, ujar Haidar, adalah hasil dari apa yang kita kerjakan kemarin, minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu serta tahun-tahun sebelumnya. Dan, apa yang akan kita dapatkan di masa yang akan datang adalah hasil dari yang kita kerjakan hari ini, minggu depan, bulan depan serta tahun berikutnya. Oleh karena itu, jangan menghalalkan hoax dan ujaran kebencian agar kita tidak mewariskan kepada anak cucu kita Indonesia yang porak poranda dikemudian hari.
“Kita semua harus mengukir sejarah yang baik dan benar bagi Indonesia. Agar, anak cucu kita dapat hidup dengan nyaman ditengah keberagaman tanpa ada jurang pemisah antara satu sama lainnya. Oleh karena itu, demi masa depan Indonesia jangan kita hiasi sejarah bangsa ini penuh dengan ukiran hoax dan ujaran kebencian”, pungkas Haidar Alwi.***(R/K65News).
Gambar : Haidar Alwi saat acara syukuran atas kemenangan Jokowi dan pembagian santunan kepada anak yatim di Jakarta, Sabtu (27/04/2019) lalu.***(Ist).
Penulis : Arnold Thenu
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


