Kabar65News

Menembus Peradaban

Bicara di FGD Untan, Kapolda Kalbar Bahas Soal Merajut Harmonisasi Keberagaman Dalam Bingkai NKRI

PONTIANAK – Bertempat di Gedung utama rektorat Untan, Selasa (15/10/2019). Polda Kalbar menggagas Fokus Group Discussion (FGD) mengusung tema Merajut Harmonisasi Keberagaman di Bumi Khatulistiwa dalam Bingkai NKRI dihadiri segenap unsur forkopimda provinsi, para tokoh masyarakat, para Rektor, para Dosen, Mahasiswa, para Ketua BEM, Pimpinan redaksi media massa dan penggiat media sosial.

Sebagai nara sumber Kapolda Kalbar, Gubernur Kalbar, Pangdam XII Tanjungpura, Prof Topo Santoso guru besar universitas indonesia dan Rektor universitas tanjung pura.

Kepala Kepolisian Daerah Kalaimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono S.H., M.H  selaku nara sumber menyambut baik kegiatan ini yang merupakan pintu gerbang dari program maintenance partnership untuk membangun kesepahaman tentang bagaimana menyikapi perkembangan situasi dalam rangka menciptakan dan memelihara kamtibmas sehingga unsur pemerintah, civitas akademika dan unsur masyarakat memiliki cara pandang, semangat dan wawasan yang sama dalam memberdayakan daya tangkal, daya cegah dan daya penanggulangan, terhadap berbagai hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di wilayah kalimantan barat,” katanya.

Selain itu, Didi Haryono mengucapkan terima kasih pada semua komponen masyarakat kalbar yang telah bersama mengatasi bencana Karhutla.

“Berkat sinergitas mengatasi Karhutla, kalbar mendapat apresiasi dari Menteri KLKH atas percepatan penanganannya yang sinergis melalui kerja keras semua pihak. Karhutla lebih berbahaya dari Narkoba, kita tau Narkoba sangat berbahaya namun kita bisa menghindar. Akan tetapi kalau Karhutla kita tidak bisa menghindar dari udara yang sudah terpapar yang berdampak terhadap kesehatan. Berbagai langkah kita lakukan agar tahun depan 2020 Kalbar harus bebas dari Karhutla, saat ini 99 kasus karhutla kita tangani, 64 dalam proses penyidikan sisanya penyelidikan dan 34 kasus merupakan korporasi,” kata Didi Haryono.

Mencermati sejarah perjuangan, maka sebagai anak bangsa sudah menjadi kewajiban kita semua untuk terus menggelorakan semangat kebhinekaan persatuan dan kesatuan bangsa, dimulai dari lingkup yang paling sederhana yaitu dengan mencintai dan merawat keberagaman yang kita miliki khususnya di bumi khatulistiwa kita tercinta.

“Kalbar merupakan Provinsi terluas ke empat se – indonesia, lebih luas dari keseluruhan pulau jawa dan bali. Yang memiliki bentangan 1 1/6 Pulau Jawa dengan luas wilayah 146.807,90 km2 meliputi 14 Kabupaten/Kota. 174 Kecamatan, 2131 Desa/Kelurahan, memiliki jumlah penduduk terbanyak se-pulau Kalimantan dan  berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, dengan panjang perbatasan darat antara Indonesia – Malaysia ± 966 km,” Didi Haryono.

Mengingat kondisi geografis kalimantan barat yang berbatasan langsung dengan Serawak (Negara Bagian Malaysia) menjadikan dinamika kamtibmas Kalimantan Barat mengarah kepada extra ordinary crimes (kejahatan-kejahatan yang bersifat luar biasa), bentuk-bentuk kejahatan Antar Negara seperti perdagangan manusia, masuknya paham-paham berimplikasi terhadap gangguan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

“Potensi kerawanan itu semua kita antisipasi dengan tetap mengelolanya agar kamtibmas tetap kondusif, karena situasi kamtibmas yang kondusif adalah modal dasar dari pembangunan Nasional. tidak ada satu pun daerah yang dapat meningkat kualitas kehidupan masyarakatnya dan memajukan daerahnya jika kamtibmasnya terganggu. kondisi kamtibmas yang ideal adalah situasi yang adem (aman, damai, energik dan mantap) dalam beraktifitas sehari-hari,” tutur Didi Haryono.

Program Polda Kalbar berkibar menjadi unggulan, untuk mewujudkan hal itu, dengan menerapkan strategi melalui langkah-langkah yang mengedepankan pro-aktif kepolisian yang profesional, modern, dan terpercaya. dituangkan dalam wujud program kebijakan Kapolda Kalbar yang telah dilaksanakan dalam tiga tahapan terhadap situasi kamtibmas di wilayah Kalimantan Barat.

“1) tahap pertama, zero illegal dan zero tolerance, dengan mengedepankan konsep law enforcement sebagai langkah pro-aktif kepolisian yang difokuskan terhadap zero illegal dan zero tolerance.

2) tahap kedua, dengan 4 focus konsen;

a.law enforcement, dengan focus prioritas di bidang lingkungan hidup dan transnational crimes serta kejahatan terhadap

kekayaan negara dan narkoba.

b.social maintenance, yaitu pemberian target penanganan zero illegal kepada para penyidik dengan memperhatikan dinamika sumber daya yang dimiliki.

c.public trust, yaitu meningkatkan kualitas pelayanan dan kultur kepolisian guna semakin menambah kepercayaan public secara berkelanjutan.

d.partnership, yaitu meningkatkan kerjasama dengan stake holder sebagai mitra guna membangun kepercayaan publik.

3) tahap ketiga, dalam program jilid tiga dengan 3 fokus konsen;

a.transnational crimes & environmental crimes, prioritas penanganan kejahatan lintas batas, narkoba dan kejahatan lingkungan hidup sebagai extra ordinary crimes;

b.maintenance partnership, memelihara serta meningkatkan hubungan dengan masyarakat dan stakeholder di wilayah hukum kalimantan barat. Melalui kegiatan rakor lintas sektoral, coffe morning lintas etnis, anjangsana ketokoh lintas etnis, rapat bersama dengan pimpinan universitas dan civitas akademika, melaksanakan FGF, mulai tingakatan provinsi, kota/kabupaten sampai dengan tingkat pedesaan/kelurahan;

c.public service, akselarasi pelayanan publik melalui penilaian masyarakat terhadap program polda kalbar berkibar,” papar Didi Haryono.

Banyak hal yang disampaikan oleh Kepala Kepolisian Daerah Kalaimantan Barat Didi Haryono terutama menyangkut bagaimana memelihara hubungan interaksi antar masyarakat dimana di Kalbar yang multi etnis ada 17 etnis.

“Kuncinya adalan bangun komunikasi dan interaksi antar etnis Kita semua jaga, silahturahmi kita jalin melalui pertemuan bulanan lintas etnis dilakukan setiap bulannya,” ucap Didi Haryono.

Setiap manusia pada dasarnya memerlukan rasa aman. Aman merupakan kebutuhan hakiki setiap manusia. Kita tidak bisa melakukan apapun kalau dihantui rasa kekuwatarin.

“Aman merupakan kebutuhan kita bersama. Aman harus kita kelola bersama dari unsur unsur yang bisa mengganggu, seperti halnya Polri memilah gangguan menjadi empat, yakni kejahatan konvensional; kejahatan tran nasional; berimplikasi kontijensi dan yang merugikan kekayaan negara,” jelas Didi Haryono.

Mengakhiri sambutan, Kapolda berpesan  bahwa Kalbar memiliki potensi alam yang besar begitu juga Potensi SDM nya banyak. “Tugas Mahasiswa adalah belajar, terutama akan menjadi kebanggan orangtua saat dilantik wisuda nantinya. Mahasiswa adalah kaum intelek sehingga dalam menyampaikan aspirasi mengedepankan akal, logika dan mematuhi aturan. Kami bangga mahasiswa di Kalbar menjaga identitas diri sbagai seorang mahasiswa dengan tampil mengenakan jaket almamater sehingga kami tau saudara adalah mahasiswa. Adik adik mahasiswa adalah generasi bangsa penerus kami, generasi boleh berganti namun  Indonesia harus ada selama lamanya,” pungkasnya.

Sebagai informasi, turut hadir juga Wakapolda Kalbar Brigjen Pol Drs Imam Sugianto dan PJU Polda Kalbar ditengah Fokus Group Discussion (FGD) hadir bersama Civitas Akademika Untan dan perguruan tinggi se-Kalbar.***(cs/k65news).

Editor : Adjie Saputra

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *