23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Pengamatan Burung di Wilayah Gunung Tilu Jawa Barat

BANDUNG – “Burung merupakan indikator lingkungan yang paling mudah dihubungkan dengan kehidupan manusia, karena habitat burung bersentuhan langsung dengan aktivitas manusia sehari-hari. Hilangnya atau munculnya burung di suatu tempat merupakan pertanda awal terhadap perubahan alam yang terjadi.” Demikian penjelasan Abdurahman Al Qadrie ketua komunitas Kawan Burung Ketapang /Ketapang Biodiversity Keeping (KBK) saat memberikan pelatihan pengamatan burung di Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung Jawa Barat, belum lama ini.

“Hal tersebut telah terjadi sejak zaman dahulu, orang-orang menggunakan kemunculan atau kepergian burung tertentu sebagai langkah memulai pekerjaan seperti berladang, mencari ikan atau membuka lahan. Contohnya orang di kampung menjadikan kedatangan burung migrasi sebagai pertanda dimulainya kegiatan mengolah sawah, karena musim hujan akan segera tiba,” tambahnya.

Komunitas #ngelmukanubisa, kembali menyelenggarakan kegiatan Pendidikan lingkungan kepada generasi muda sebanyak 25 orang yang dihadiri oleh anak-anak sekolah dari Yayasan Ishlahul Amanah dan kolompok pencinta alam Tapak Tiara. Kegiatan ini berlangsung selama 2 hari dari tanggal 2-3 November 2019 di Situ Cileunca, Kecamatan Pangalengan. Diisi dengan diskusi dan pengenalan cara identifikasi kemudian melakukan pengamatan burung langsung di lapangan. Hari pertama, serta dapat melihat langsung beberapa jenis burung seperti Cekakak jawa, Cekakak sungai, gagak dan Srigunting.

“Penting bagi generasi muda saat ini tahu tentang jenis-jenis burung di sekitar wilayah tempat tinggalnya, sehingga dapat berkontribusi pada kelestarian pada jenis dan habitat burung itu sendiri”. Hari kedua peserta dapat melihat Elang migrasi Sikep madu asia (Pernisptilorrhynhus orientalis), memungkinkan daerah ini (gugusan Gunung Tilu) menjadi jalur lintasan raptor migrasi yang melintas dari Jepang menuju kepulauan di wilayah Timur Indonesia.

Budi Herayandi dari Tapak Tiara, mengharapkan kegiatan ini sangat diperlukan dan dapat berkesinambungan demi meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati yang ada di sekitarnya. Juga sangat menarik kalau di kegiatan-kegiatan edukasi lingkungan berikutnya banyak peserta dari berbagai lapisan untuk ikut terlibat.***(r/k65news).

Editor   : Adjie Saputra

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *