Kabar65News

Menembus Peradaban

Terkait Kasus Covid-19, PBB Tidak Berhak Memberikan Sanksi, Ini Pasalnya

JAKARTA – Merebaknya kasus virus corona atau yang lebih dikenal dengan covid-19 menjadi hal yang sangat menakutkan bagi seluruh kehidupan manusia di dunia ini, maka wajar saja bila kasus itu merupakan musibah terbesar dan luar biasa yang telah melanda umat manusia pada era 2020 ini.

Banyak pihak mempertanyakan siapa dan negara mana yang pertama kali menyebarkan virus yang sangat menakutkan itu, dan jika ada orang atau negara yang sengaja membuat atau menyebarkan virus tersebut, seperti apa sanksi yang akan diberikan kepada pembuat dan penyebarnya, demikian juga apa peran Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) terhadap kejadian luar biasa yang telah banyak menelan korban jiwa serta mengganggu ketentraman kehidupan manusia di dunia itu.

Berkenaan dengan hal itu, Emrus Sihombing, Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner, kepada media ini, Senin (23/03/2020) malam menyatakan, bahwa merebaknya kasus covid-19 itu adalah karena masalah bersama yang tidak diduga, bukan karena human error (kelalaian manusia).

Selain itu pada bagian lain, menurut Mantan Politisi Partai Demokrat, KRMT Roy Suryo, ketika dimintai komentarnya oleh media ini terkait virus yang telah menelan banyak korban jiwa itu menyatakan, bahwa PBB tidak memiliki hak untuk memberi sanksi terhadap kasus covid-19 itu, karena ini wabah murni dari penyakit, bukan kejahatan perang atau buatan manusia.

“Jadi memang dikembalikan kepada masing-masing negara, namun WHO (world heath organization) memberikan Guidelines (pernyataan terhadap sebuah tindakan-re) nya berdasarkan Best Practice (upaya paling sedikit-red) beberapa negara,” papar Menteri Pemuda dan Olahraga pada era Presiden SBY ini, Senin (23/03/2020) malam.

Diakui Roy Suryo, kasus covid-19 ini memang awalnya berasal dari Wuhan, China, tetapi karena ini dipercaya murni, bukan hasil rekayasa (misalnya pecobaan nuklir), maka China-pun tidak bisa disalahkan.

“Kecuali ada temuan fakta yang lain, misalnya beberapa teori konspirasi itu terbukti tentang Senjata Biologis,” kata Roy Suryo.

Menyinggung peran dari PBB terhadap kasus covid-19 ini, Roy menyatakan, bahwa WHO dibawah PBB sudah banyak memberikan advisnya, seperti misalnya obat-obatan yang direkomendasikan dan sebagainya.

“Namun beberapa negara tidak memperhatikan, termasuk Indonesia yang beberapa kebijakannya tidak sesuai saran WHO, misalnya soal obat obatan, standar APD (alat pelindung diri) dan Opsi Lockdown,” ungkap Roy Suryo.

Pada akhrnya, kata Roy Suryo, ending daripada kasus covid-19 ini adalah, obat dan vaksinnya akan ditemukan tetapi sudah memakan banyak koban.***(hlm/k65news).

Editor    : Adjie Saputra

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *