Kabar65News

Menembus Peradaban

Namaku *KELELAWAR*

Oleh : Agus Setiyoko, Alumni Kapolres Ketapang Kalbar

AKU kirimkan pesan ini kepada temanku, Agus iki yang sedang sendiri di Manila.

 Gus…

Aku adalah makhluk Tuhan.

Tuhan menciptakanku dengan segala macam keistimewaan dan kelebihan.

Badanku kurus kecil. namun tahukah kamu, bahwa Tuhan menciptakan badanku untuk menampung segala macam jenis kuman dan virus seperti Ebola, Corona, anjing gila dan penyakit lain yang bisa memusnahkan manusia dan kehidupan lainnya.

Sumbanganku kepada manusia adalah menampung segala kuman dan penyakit itu agar tak bertaburan di luar alam dan akan mengganggu keselamatan umat manusia dan kehidupan lainnya.

Agus…

Karena Aku menyadari bahwa tubuhku penuh dengan kuman dan virus serta sumber penyakit, maka aku rela tinggal dan hidup di relung-relung gua,tempat yang gelap dan lembab yang tak mungkin manusia atau makhluk lainnya mau tinggal di sana.

Dengan mengucilkan diriku selama ribuan tahun, virus ..kuman dan sumber penyakit aku kunci rapat – rapat di dalam badan generasiku dari jaman ke jaman agar tidak memudaratkan manusia.

Namun ketika malam menghampiri, aku keluar mencari makan dan kembali ke rumahku yang gelap dan lembab saat sebelum subuh agar tak bertemu dengan manusia.

Bahkan dengan segaja Tuhan menciptakanku berwajah seram agar kamu dan teman – temanmu tak mendekatiku dan menyentuhku langsung.

*Akan tetapi*

Manusia yang diciptakan sebagai makhluk paling sempurna, terlalu serakah dan sombong hingga tega membunuhku hanya untuk dimakan. Tidak adakah makanan lain yang lebih sedap dan nikmat?

Bukankah Tuhan telah memperingatkanmu agar menjauhi makanan yang diharamkan?

Tahukah engkau Gus.. bahwa jika engkau robek badanku ini dan engkau makan dagingku yang tidak seberapa banyak ini, maka virus, kuman dan sumber penyakit yang kusimpan ini akan betebaran kemana mana dan berpindah serta menjerat dirimu sendiri?

Virus, kuman dan sumber penyakit itu akan mencari rumah baru. Dan tahukah kamu bahwa tubuhmu jauh lebih menyenangkan bagi mereka, engkau berlemak, engkau hangat, engkau berdaging, engkau *sempurna* untuk hidup dan berkembang biak.

Agus iki…masih ingat namaku  kan? Ya.. namaku masih   *KELELAWAR*

Ketika Corona mulai mewabah…

Ketika Ebola mulai mewabah…

Ketika penyakit penyakit aneh mulai mewabah..

Engkau *menyalahkanku sebagai penyebabnya*

Tidakkah engkau sadar, siapakah penyebab sebenarnya? siapakah yang mengeluarkan racun, virus dan sumber penyakit dari tubuhku ini?

Sadarkah kamu Gus, bahwa *kamu hanya makhluk kecil yang lemah dan sombong serta tamak?*

Kami sanggup menyimpan racun, kuman, virus dan semua sumber penyakit itu dalam tubuh kami berabad abad lamanya..

Dan kami kuat karena Tuhan mengijinkanNYA.

Sementara kamu..14 hari saja kamu tidak sanggup…

Janganlah engkau *merasa kuat, hebat dan berkuasa*

Hukum alam yang Tuhan ciptakan sangatlah adil.

Ketika engkau tak menghargai ciptaan Tuhan lainnya, maka bala bencana dan malapetaka akan datang bertubi tubi untuk mengingatkanmu agar engkau *jangan serakah*, dan jika itu semua datang atas kehendak Tuhan..maka engkau akan membayar dengan ketakutan, kesedihan, dan kematian dimana mana.

Agus iki yang masih sendiri…

Aku sebenarnya kasian sama kamu dan teman2mu.

Kamu tak lagi bisa duduk minum kopi dan bercengkrama disana sini…nonton bioskop dan semua hiburan yg kalian ciptakan atas kesempurnaan akal pikiran kalian.

Berdiam diri di rumah yg nyaman pun kalian tak sanggup, bisakah engkau bayangkan bagaimana kami harus hidup di dalam gua gelap dan lembab?

Oh tidak…kamu gak akan sanggup Gus…

Agus..

Aku tak ingin mewakili teman2ku lainnya, ada babi, anjing, burung bangau, tikus, ular dll..

jika mereka selesai menyusun suratnya..mereka pasti akn mengirimkannya kepadamu Gus…mereka tau kamu di Manila…mereka tau alamatmu..bahkan bila kantor pos tutup..mereka akan kirim lewat Facebook  dan Instagram-mu..

Mereka berteman juga kok denganmu..

Agus iki…

sebagai penutup..

Jika nanti…

bencana pengingat berakhir, jangan lagi engkau *sombong dan takabur* karena mampu melawan penyakit dan bencana ini..bukan..bukan engkau yg mengalahkannya. tapi karena Tuhan telah mencukupkannya.

Salam rindu dari anak cucuku di surga sana..karena mereka telah tiada mendahului kita…di atas penggorengan mahal itu.***(r/k65news).

Gambar : Dokumen Google

Editor : Adjie Saputra

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *