23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Pertemuan Silaturahmi di Kediaman Bupati Ketapang dalam Rangkaian Ritual Adat Naik Jurongk Tinggi

KETAPANG – Dalam rangkaian Ritual Adat Naik Jurongk Tinggi, Rabu (08/10/2026), dilaksanakan juga pertemuan silaturahmi di kediaman Bupati Ketapang Alexander Wilyo,S.STP., M.SI, bersama sejumlah tokoh penting pemerintahan dan adat. Pertemuan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan sekaligus membahas sinergi pembangunan lintas daerah demi kemajuan Kabupaten Ketapang.

Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., menyoroti pentingnya literasi digital di kalangan generasi muda. “Di tangan kita masing-masing, di handphone kita, ada 50 persen surga, 50 persen neraka. Semua tergantung bagaimana kita menggunakannya. Jika dipakai dengan bijak, teknologi bisa menjadi jalan menuju kemajuan. Tapi jika salah digunakan, justru bisa merusak,” tegasnya.

Ia mengingatkan, kemajuan teknologi tidak boleh membuat generasi muda tercerabut dari akar budaya. Pelestarian adat istiadat dan nilai luhur warisan leluhur harus berjalan beriringan dengan modernisasi. Menurutnya, pembangunan di Kalimantan Barat harus berkeadilan, tidak hanya menekankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat budaya, dan memastikan kesejahteraan masyarakat adat.

“Pembangunan infrastruktur, literasi digital, dan pelestarian budaya adalah tiga pilar penting yang harus sejalan. Tanpa keseimbangan, pembangunan bisa timpang. Tapi jika ketiganya diperkuat, maka Ketapang dan Kalimantan Barat akan mampu melompat lebih maju dengan tetap berakar pada jati diri lokal,” ungkap Wakil Gubernur.

Sementara itu, Dr. Drs. Cornelis, MH, Gubernur Kalimantan Barat periode 2008–2018 sekaligus Anggota DPR RI Komisi XII, menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Ia secara khusus menyoroti akses pendidikan bagi anak-anak di pedalaman yang harus menjadi prioritas.
“Anak-anak di pedalaman berhak mendapat pendidikan yang layak agar mereka mampu keluar dari keterbatasan. Peningkatan kualitas SDM tidak bisa ditunda, sebab hanya dengan SDM unggul kita dapat mengelola sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan,” tegasnya.

Menurut Cornelis, Kalimantan memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun pengelolaannya harus disertai dengan kualitas SDM yang mumpuni agar hasilnya benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat lokal, bukan hanya segelintir pihak. Ia juga menekankan pentingnya pendidikan vokasi, keterampilan, serta penguatan nilai budaya dalam proses pembangunan.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Sanggau, Susana Herpena, menyampaikan apresiasi atas keberadaan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ketapang. Ia telah melakukan kunjungan langsung untuk melihat pola pendidikan alternatif berbasis masyarakat tersebut, dan menyatakan, bahwa model serupa akan segera dipersiapkan untuk dikembangkan di Kabupaten Sanggau. “Sekolah Rakyat menjadi inspirasi nyata bagaimana pendidikan bisa menjangkau semua lapisan masyarakat, termasuk di pedalaman,” ungkapnya.

Adapun Bupati Sukamara, H. Masduki, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan terima kasih atas kunjungannya, “pertemuan kami berlangsung hangat dan produktif, khususnya dalam membahas pembangunan jembatan serta akses jalan penghubung Ketapang – Sukamara yang menjadi prioritas bersama untuk membuka keterisolasian wilayah dan memperlancar arus barang serta jasa.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Alexander Wilyo, akan melakukan kunjungan balasan ke Sukamara pada minggu depan. “Dalam kesempatan tersebut, kami akan membahas lebih detail langkah strategis kerja sama lintas daerah yang diharapkan mampu memperkuat konektivitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong kemajuan berkeadilan bagi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah”, ungkap Alexander Wilyo.

Pertemuan ini, tandas Alexander Wilyo, menjadi simbol kebersamaan dan gotong royong, di mana infrastruktur, pendidikan, literasi digital, sosial budaya, sumber daya alam, dan konektivitas antarwilayah menjadi fondasi penting untuk mewujudkan Ketapang yang maju, berbudaya, dan berdaya saing.***(adv/k65news).

Editor : Bang Liem.

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *