Bongkar Bobrok Mutasi di Lapas Cibinong, Yanuar Arif Wibowo: Kalau Dirjen Tak Sanggup Mending Mundur

JAKARTA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI dengan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/9/2026), berlangsung panas.
Anggota Komisi XIII dari Fraksi PKS, Yanuar Arif Wibowo, mencecar habis-habisan Dirjen PAS Mashudi dan Kalapas Kelas IIA Cibinong nonaktif Wisnu Hani Putranto terkait temuan Ombudsman RI soal dugaan fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Tak hanya soal kulkas, sofa, dan rumah dinas tanpa CCTV, Yanuar membongkar dugaan bobroknya sistem mutasi dan reward and punishment di Ditjen PAS.
Yanuar menyoroti lamanya Wisnu Hani Putranto menjabat sebagai Kalapas Cibinong hingga tiga tahun tanpa rotasi. Ia menilai hal itu menyalahi prinsip pembinaan dan pengawasan.
Sorotan paling tajam diarahkan kepada Kasi Binadik Lapas Cibinong, Yosep. Yanuar mengungkap Yosep sebelumnya bertugas sebagai Kepala Satuan Pengamanan di Rutan Narkoba Salemba pada 2024, di mana pada November 2024 terjadi kaburnya 7 narapidana narkoba.
“Tahun 2024 bertugas di Rutan Narkoba Salemba sebagai Kepala Satuan Pengamanan Rutan. Pada saat Anda dinas di sana ada 7 narapidana narkoba kabur. Benar? November 2024. Sekarang promosi jabatan, dikasih di Cibinong,” tegas Yanuar dalam RDP.
Menurutnya, petugas yang kecolongan seharusnya mendapat punishment, bukan justru dipromosikan.
Yanuar mencurigai mutasi dan rotasi di lingkungan Pemasyarakatan dijadikan ajang konsolidasi untuk saling menutupi, bahkan membuka celah praktik setor-menyetor.
“Jangan mutasi ini malah dijadikan ajang konsolidasi ya, ajang untuk saling menutupi. Kalau ini dijadikan instrumen untuk penyelewengan, maka saya minta Pak Dirjen kalau masih sanggup bereskan ini. Jangan ada dislike apalagi kalau ada setor-menyetor,” ujarnya.
Hingga akhirnya Yanuar melayangkan ultimatum keras kepada Dirjen PAS Mashudi.
“Saya sampaikan kalau Pak Dirjen nggak sanggup lebih gentle mundur Pak,” katanya.
Yanuar juga mengingatkan ruh Pemasyarakatan harus imparsial, non-diskriminatif, dan adil. Ia menyinggung overkapasitas Lapas Cibinong yang seharusnya dihuni 845 orang kini dihuni 1.800 orang, namun fasilitas justru diskriminatif.
Ia menyebut fasilitas mewah tidak hanya dinikmati satu narapidana. Selain Jimmy Masrin yang fotonya ditemukan di rumah dinas, ada nama lain seperti Ferdy Sambo, napi tipikor, hingga mantan Wali Kota Bekasi yang juga berada di Lapas tersebut.
“Warga binaan dengan kemampuan finansial yang kuat Jimmy Masrin baru satu soal. Ada Ferdy Sambo juga di situ. Ada juga tipikor, mantan Walikota Bekasi ada juga di situ. Banyaklah kalau mau disebut. Dan itu sudah jadi konsumsi publik,” ungkapnya.
Di akhir, Yanuar meminta Inspektorat Jenderal (Irjen) turun memonitor seluruh Lapas dan Rutan di Indonesia. Ia mendesak investigasi dilakukan transparan, tidak sekadar menonaktifkan, tetapi memberikan sanksi tegas hingga proses pidana jika ditemukan unsur suap.
“Siapa yang bersalah berikan sanksi dan jangan ditutup-tutupi. Bukan hanya nonaktif, kalau memang ditemukan ada unsur pidana di situ proses pidana,” pungkasnya.
Sebelumnya, Dirjen PAS Mashudi menyatakan akan membongkar semua bangunan yang tidak sesuai ketentuan di Lapas Cibinong dan akan memaparkan hasil pemeriksaan pada Kamis (1/10/2026).***(k65news).
Editor : HAR.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


