Begini Kata Bang Midji Soal Penganiayaan Siswi SMP di Kota Pontianak
PONTIANAK – Baru baru ini berita penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan oleh 12 siswi di salah satu SMA yang ada di Kota Pontianak terhadap seorang pelajar SMP di kota yang sama, dengan motif asmara, sehingga mengakibatkan siswi SMP bernama Audrey ini harus kehilangan mahkotanya karena dicolok secara sadis oleh salah seorang pelaku, menjadi trending di seluruh Indonesia.
Banyak pihak prihatin dan bahkan marah besar terhadap peristiwa yang menimpa korban Audrey yang masih berstatus pelajar di sekolah pertama ini, karena 12 siswi yang melakukan penganiayaan tersebut masih dibawah umur, padahal perbuatan yang mereka lakukan lebih dari kenakalan anak dibawah umur dan bahkan diluar batas batas kemanusiaan.
“Saya sungguh sangat prihatin dengan kasus pengeroyokan oleh 12 anak perempuan terhadap anak perempuan juga, hanya karena masalah sepele. Mereka memang masih dibawah umur, tetapi kalau dikaji, apa yang mereka lakukan lebih dari kenakalan anak dibawah umur”, kata Bang Midji yang tak lain adalah H. Sutarmidji, SH, M.Hum, Gubernur Kalbar, melalui akun beranda Facebooknya, Rabu (10/04/2019).
Selanjutnya, Sutarmidji berharap, agar kasus ini ditangani secara hukum dan kita kesampingkan karena pelakunya anak dibawah umur. Hukum, kata Bang Midji, harus melindungi korban, bukan pelaku pidana.
“Harus ada efek jera dan saya dukung upaya orang tua korban untuk dapatkan keadilan. Guru hendaknya bisa tahu prilaku anak disekolah”, tegas Bang Midji.***(R/K65News).
Gambar : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk kabar65news.com
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


