Bahas Korban Pengantin Pesanan, Menlu Retno Marsudi Kunjungi Mapolda Kalbar
PONTIANAK – Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, berkunjung ke Mapolda Kalimantan Barat dengan agenda pertemuan para korban pengantin pesanan, yang dihadiri Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie. Bupati Sambas, dan Kepala Dinas terkait yang ada di Bumi Khatulistiwa ini, Kamis (25/07/2019).
Pada kesempatan itu, Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, menyebut kasus para korban pengantin pesanan musti semua pihak sadar akan arti pentingnya menjaga keluarga di antara mereka.
“Ini termasuk transnasional crime. Sehingga penanganannya termasuk extra ordinary crime, ini menjadi hal yang sangat utama bagi kita,” kata Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Selanjutnya Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menegaskan, bahwa dia tidak main-main dengan permasalahan tersebut.
“Nanti akan kita kembangkan lagi terkait kasus – kasus masalah dukcapilnya. Pemalsuan identitas dan sebagainya,” ujar Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Kepala Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menjelaskan,” Dari 3 tersangka ini korbannya ada 5, yang sudah berangkat itu 5, dan yang belum berangkat itu 2,”.
Di tempat yang sama Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, menegaskan,” Pada bidang diplomatik kita sudah menyampaikan konsen kita, pada pemerintah Tiongkok, saya sudah melakulan pertemuan dengan duta besar Tiongkok, dan duta besar kita yang berada di Tiongkok sudah bertemu dengan mentri luar negeri Tiongkok untuk menyamakan persepsi bahwa kasus ini dilihat sebagai dugaan tindak pidana TPPO bukan hanya pernikahan biasa,”.
Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi, mengaku, “Saya sebagai perempuan, saya juga sangat miris, melihat kasus ini, karena melibatkan perempuan Indonesia yang menjadi korban, dan sebagian dari mereka masih berusia yang sangat muda, satu di antara 7 yang saya temui, berusia 14 tahun,”.
Menteri Luar Negeri, Retno LP Marsudi berhatrap,” Kerja sama yang baik antara semua pihak, terutama yang berada di hulu, Untuk melakukan pencegahan dari pihak kepolisian juga saya minta komitmen yang tinggi untuk membuka dari kejahatan transnasional ini”.***(SP/K65News).
Gambar : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk kabar65news.com
Penulis : Cucu Syafiyudin
Editor : Fahrozi
________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


