23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Kemarau Lebih dari Tiga Bulan, Warga Ketapang Berharap Hujan Segera Turun

KETAPANG – Kemarau panjang yang melanda seluruh wilayah di Kalimantan, menyebabkan kekeringan berkepanjangan. Salah satunya Kabupaten Ketapang. Kabupaten terluas di Kalimantan Barat ini, tak bisa terhindar dari kebakaran hutan dan lahan. Lahan gambut terbakar, bahkan Kebun-kebun masyarakat pun ikut mengalami amukan si jago merah.

Kondisi kekeringan yang sudah berjalan tiga bulan, Pemerintah Kabupaten Ketapang berusaha berupaya mencari solusi. Mulai dari memadamkan api, mendistribusikan air bersih bahkan dampak pencemaran udara yang sudah semakin tidak sehat, aktivitas belajar dan mengajar diliburkan. Selain itu,tindakan pemadaman yang terus dilaksanakan, Pemerintah juga sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat untuk merekayasa hujan buatan.hal tersebut terungkap ketika dalam rapat penanggulangan kebakaran lahan yang melibatkan semua pihak terkait di Kantor Bupati Ketapang, pada 12 September 2019. Demikian juga, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama organisasi kemasyarakatan menggelar Sholat Istisgo meminta hujan baru baru ini. Sholat Istisqa tersebut dihadiri Wakil Bupati Ketapang, Forkopimda, OPD para tokoh agama, dan Jemaah. Ketika itu, Drs.KH.Faisol Maksum mengatakan Jemaah semua berkumpul bersatu membawa perasaan dan beban yang sama dalam permasalahan dan hanya kepada sang pencipta. Melalui sholat diharapkan dapat menunaikan shalat, merendahkan diri, membungkuk, dan bersimpuh dengan penuh harapan ridho-Nya agar berkenan menurunkan hujan.

Demikian juga, dalam memadamkan api, BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, kelompok pemadam api dan masyarakat, sampai saat ini masih terus  bahu membahu mengatasi api. Partisipasi masyarakat mewaspadai dan memadamkan api terus dilaksanakan.Demikian juga pembagian masker dan lain sebagainya. Pentingnya mengatasi kebakaran lahan ini juga kembali disinggung Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos ketika melantik pejabat tinggi pratama, pejabat administrator dan pengawas pada hari Senin, 16 September 2019. Bupati Ketapang menyebutkan dari alat penghitungan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang dikeluarkan oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup Kabupaten Ketapang masuk dalam kategori berbahaya. Hal ini tentunya sangat mengganggu kesehatan dan kegiatan yang kita lakukan. Untuk itu, ia mengimbau agar mengurangi kegiatan diluar ruangan dan jangan melakukan pembakaran dalam bentuk apapun yang nantinya justru akan memperburuk kualitas udara di Ketapang. “Kita semua untuk terus memanjatkan doa memohon kepada Yang Maha Kuasa agar menurunkan hujan supaya kemarau panjang dan kabut asap yang dirasakan ini bisa segera berakhir,” tegas Bupati Ketapang, Martin Rantan SH, M.Sos.

Dampak kekeringan sehingga menyebabkan kebakaran dan menjadikan udara tidak sehat karena berasap. Dampak yang kini dirasakan, sekolah diliburkan, bahkan penerbangan juga mengalami gangguan. Upaya meadamkan api terus berlangsung. Pemadam kebakaran bekerja maksimal. Untuk memadamkan api yang terus terjadi di sejumlah titik, Kapolres Ketapang memerintahkan Kapolsek dan jajarannya selalu siap siaga di lokasi tempat bertugas. “Terima kasih kepada pemerintah daerah yang terus mendukung operasianal petugas dalam memadamkan api baik dalam bentuk BBM maupun konsumsi dilapangan, perlu juga kita pikirkan bersama keselamatan petugas terutama jaminan kesehatan, kiranya dalam hal jaminan kesehatan mereka di lapangan ini bisa menjadi perhatian,” ucap Kapolres Ketapang, AKBP Yury Nurhidayat S.Ik, MH ketika rapat di Kantor BUpati Ketapang.

Dalam mengatasi kebakaran lahan, Wakil Bupati ketapang, Drs Suprapto S meminta peran serta semua pihak. Salah satunya pihak perusahaan di Kabupaten Ketapang. Dalam rapat ketika itu, Wakil BUpati ketapang sempat mengabsen jumlah perwakilan perusahaan yang hadir. Ternyata, dari 74 perusahaan perkebunan yang mempunyai izin, hanya 17 perusahaan yang hadir dalam rapat membahas kerhutlan pada 12 September 2019.  “Persoalan kebakaran lahan ini sudah sangat serius,” tegas Wakil Bupati Ketapang. Drs H.Suprapto S, ketika itu.

Terkait dengan kebakaran lahan, Bupati maupun Wakil Bupati Ketapang sudah berulang kali turun ke lapangan.  Bahkan, Forkopimda Ketapang juga turun ketika tengah malam ke lokasi kebakaran. Begitu juga ikut melakukan penyegelan di lokasi perusahaan yang terbakar. Wakil Bupati  Ketapang, Drs H.Suprapto S, pada hari Selasa (17 Agustus 2019, kembali melakukan turun ke lokasi kebaran lahan di Jalan Sungai Pelang-Tumbang Titi Kecamatan Matan Hilir Selatan. Upaya mitigasi penanggulangan bencana asap  di pimpin langsung oleh Wakil Bupati Ketapang, Damkar Ketapang, Manggala Agni,UPT KPH Wilayah Ketapang Utara, BPBD, Yayasan BPAS Ketapang, Satgas Desa Pelang,Polri dan TNI.***(PK/K65News).

Gambar : Dokumen Humpro Sekda Ketapang untuk Kantor Berita Online www.kabar65news.com

Penulis  : Andy

Editor    : Fahrozi

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *