23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Terkait Aksi Damai Massa Mahasiswa Ketapang, Sekwan Tidak Terima Disebut “Pembulak”

KETAPANG – Ratusan massa Mahasiswa yang ada di Ketapang, Kalbar, Kamis (26/09/2019) pagi kemarin, telah melakukan aksi damai ke Gedung DPRD setempat, mereka hadir menyampaikan sebanyak 5 (lima) tuntutan, diantaranya menolak Rancangan Undang Undang KPK serta Kitab Undang Undang Hukum Pidana dan persoalan lain yang saat ini sedang terjadi di Ketapang.

Hadirnya ratusan Mahasiswa Ketapang ke Rumah Rakyat itu untuk menyampaikan aspirasinya kemarin hanya ditemui satu orang Anggota DPRD Ketapang 2019 – 2024 yang baru dilantik, yakni Jamhuri Amir,SH, dan mereka sangat kecewa, sehingga massa Mahasiswa itu melakukan shalat jenazah.

Sebelum kedatangan Jamhuri Amir untuk menemui massa Mahasiswa, Maryadi Asmuie selaku Sekretaris DPRD Ketapang menjelaskan dihadapan mereka, bahwa seluruh Anggota DPRD Ketapang hari itu tidak berada ditempat, karena sedang Raker ke luar daerah dan menyusun Tatib serta Kode Etik.

Hadirnya Jamhuri Amir ditengah tengah massa Mahasiwa yang sedang berorasi saat itu, membuat mereka tersentak kaget, karena keterangan Sekwan bertolak belakang dengan kenyataan yang ada, sebab tidak semua Anggota DPRD Ketapang melakukan tugas ke luar daerah, sehingga dengan lantang mereka menyatakan, bahwa Sekwan pembulak alias pembohong.

Terkait dengan sebutan pembulak yang ditujukan kepada dirinya itu, Sekwan Drs. H. Maryadi Asmuie, tidak terima. “Saya juga tidak terima dengan sebutan pembulak”, kata Maryadi kepada Redaksi Kantor Berita Online www.kabar65news.com ,Jum’at (27/09/2019) pagi.

Disebutkan Maryadi, awal sebelum Jamhuri Amir hadir ditengah tengah massa Mahasiswa yang melakukan aksi damai kemarin, bahwa dirinya sudah menandatangi SPPD sebanyak 45 orang Anggota DPRD Ketapang yang tugas ke luar daerah dalam rangka penyusun Tatib dan Kode Etik, terhitung mulai tanggal 25 hingga 28 September 2019.

“Mereka berangkat atau tidak sebanyak 45 orang itu, tidak bisa saya pastikan, kecuali setelah mereka kembali dari bertugas, atau kalo ada yang konfirmasi mereka tidak jadi berangkat”, papar Maryadi.

Diakui Maryadi, bahwa kehadiran Jamhuri Amir kemarin itu terkonfirmasi setelah Jamhuri Amir menelpon dirinya, sesaat sebelum hadir di tengah tengah massa Mahasiswa.

“Jadi sangat tidak betul kalo saya di sebut pembulak. Dan itu sudah saya sampaikan saat itu juga. Pak Jamhuri juga sudah klarifikasi”, tegas Sekwan Drs. H. Maryadi Asmuie.***(R/K65News).

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *