23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Catatan Soal “Pelukan Jokowi-Prabowo”

MOMEN berpelukan antara pak JokoWi (selaku Presiden RI) dan Pak Prabowo (selaku Ketua Umum IPSI) yg diinisiasi oleh Hanifan Yudani Kusumah, peraih medali emas CabOR Pencak Silat memang sangat menarik diberikan komentar karena  tidak bisa dilepaskan dari “status” keduanya sebagai Capres yg akan berlaga di 2019 mendatang. Momentum Indah tersebut terjadi kemarin sore, Rabu 29/8 di Padepokan Silat TMII saat laga Final Pencak Silat Asian Games 2018.‎

Memang ini _InsyaaAllah_ akan bisa sedikit meredakan “hangatnya” situasi di Tahun Politik ini, namun harap diingat ini kesempatan terjadi di momentum Asian Games, dimana memang sudah sewajarnya kita mendukung penuh, Meski dengan Cara kita masing2 (misalnya Saya beberapa waktu lalu “memacu Semangat Para Atlet agar Realistis bisa mencapai Target awal 31 Emas, sesuai Harapan SatLak Prima semula, bukan hanya 16 Emas dan _Alhamdulillah_ hari ini sudah hampir tercapai, kita patut bangga atas Capaian tersebut. Jadi ini sekaligus penegasan bahwa justru saya memacu Semangat mereka -bukan pesimis- karena Indonesia adalah Tuan Rumah, yg memungkinkan hal ini terjadi sebagaimana negara2 lain2nya kalau mereka sedang menjadi tuan rumah, yg mana bisa “memasukkan” CabOR2 diluar Olympic-Games seperti 10 CabOR sekarang, termasuk Pencak Silat, Paralayang, JetSki dsb

Namun soal “pelukan” tersebut juga bisa dipandang sebagai Dukungan penuh CabOR Pencak Silat (dibawah Ketua Umum IPSI Pak Prabowo) yg telah sukses mendulang sekitar 16 Medali emas, alias separuh dari Medali Emas yg sudah diperoleh sampai sat ini, Dengan kata lain “Ccoba Bayangkan kalau Asian Games ini tidak didukung oleh CabOR Pencak Silat (dan ke-9 CabOR Non-Olympic lainnya), apa jadinya?”‎

Ini sekaligus juga _warning_ bagi kita agar jangan cepat Puas dan berbangga diri -apalagi jadi Jumawa atas hasil Asian Games sekarang- apalagi malah menjadikannya “Ajang Pencitraan Politik untuk kepentingan 2019” karena mulai tampak upaya2 memperbandingkan dengan hasil2 Asian Games Indonesia tahun2 sebelumnya yg sangat tidak logis, karena selain tidak _apple-to-apple_ secara Jumlah Atlet dan CabOR yg dipertandingnya, juga karena memang posisi Tuan Rumah selalu menguntungkan (lihat saja Indonesia saat menjadi Penyelenggara Sea Games tahun 2011 bahkan ketika ISG / Islamic Solidarity Games 2014 yg diikuti oleh negara2 Anggota OKI malahan bisa menjadi Juara Umum).

_At last but not least_ Momen Pak JokoWi dan Pak Prabowo harus kita syukuri terjadi akibat perjuangan Atlet2 Indonesia (dan Para Pelatih + Officialnya) yg telah berjuang secara Luar biasa, Terimakasih banyak secara Pribadi dan atasnama Rakyat Indonesia kita patut Bangga dan mengapresiasi semua hasil ini, sekalilagi jangan digunakan untuk Pencitraan karena ini demi Nasionalisme kita bersama.***(R/K65News).

Gambar   : Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto disatukan dalam sebuah pelukan oleh Atlet pencak silat putra Indonesia, Hanifan Yudani Kusuma, peraih medali emas pada partai final nomor kelas C putra 55 kg sampai 60 kg di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta, Rabu (29/8/2018).***(Ist).

Penulis : KRMT Roy Suryo

Editor   : M. Fahrozi

_______________________________________________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *