Peran Polda Kalbar Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
PONTIANAK – Lajunya pertumbuhan ekonomi tentu harus didukung dengan SDM (sumber daya manusia). Oleh karena itu, penting dilakukan proses peningkatan kapasitas pada masing-masing manusia.
Menurut Kepala Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Cucu Safiyudin S.SOS, SH, MH, kepada media ini, bahwa hal itu disampaikan Kapolda Kalbar Irjen Pol Drs. Didi Haryono, SH, MH, di Stand RRI Pontianak pada Festival Media 2018 yang digelar oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia dan AJI Kota Pontianak di Rumah Radakng yang merupakan rumah panjang suku Dayak Kanayatn di Provinsi Kalimantan Barat, Jum’at (21/09/2018) sore kemarin.
Selanjutnya Kapolda Didi Haryono menjelaskan, bahwa ekonomi adalah tulang punggung kesejahteraan rakyat, dan ilmu pengetahuan merupakan pilar pendukung kemajuan bangsa.
“Hukum adalah lembaga yang pada akhirnya menentukan bagaimana kesejahteraan masyarakat dapat dinikmati secara merata. Serta bagaimana keadilan sosial dapat diwujudkan dalam kehidupan masyarakat, dan bagaimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membawa kemajuan bagi masyarakat,” kata Didi Haryono.
Sebagai negara berkembang, Indonesia tidak akan luput dari persaingan ekonomi yang terjadi di dunia. Sebab, secara mendasar dunia memiliki sifat anarki dengan hukum rimba, siapa yang kuat maka dialah yang akan menjadi pemenang.
Untuk mengatasi hal ini, pemerintah melalui berbagai program kerja terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagaimana amanat yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945. Dengan luas wilayah Indonesia yang terdiri lebih dari 17.000 pulau dan jumlah penduduk yang mencapai 263 juta jiwa, tantangan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan tidak dapat dikatakan ringan.
“Pemerintah tidak boleh hanya fokus meningkatkan pembangunan di suatu wilayah saja, namun juga harus membagi “kue pembangunan” secara berkeadilan untuk seluruh wilayah Indonesia,” ujar Didi Haryono yang akrab dengan Jurnalis ini.
Diungkapkan Didi Haryono lebih lanjut, potensi Indonesia untuk menjadi negara maju sangat besar, setidaknya dalam rilis Pricewaterhouse Coopers (Oktober 2014), Indonesia diprediksi dapat menduduki peringkat ke-5 pada 2030 dan peringkat ke-4 pada 2050. Potensi kearah itu sudah terlihat, dalam rillis World Gallup Poll 2017, Indonesia menduduki peringkat atas terkait dengan kepercayaan terhadap pemerintah.
“Demikian pula dengan adanya perubahan perbaikan peringkat Indonesia dari peringkat ke-91 menjadi peringkat ke-72 terkait dengan ease of doing business. US News bahkan merilis pada 2018, bahwa Indonesia masuk dalam top three negara dengan tujuan investasi terbaik dengan mendasari data dari World Bank dan UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development)”, ucap Kapolda.
Secara sederhana, ujar Kapolda Didi, untuk menjadi negara yang maju dan dominan, setidaknya ada 3 (tiga) prasyarat utama yang harus dipenuhi sebuah negara, pertama adalah populasi yang besar, karena dengan populasi besar maka negara tersebut memiliki angkatan produksi yang relatif juga besar.
Indonesia berada di urutan 5 negara dengan populasi yang besar. Kedua, Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah dan hal ini sangat-sangat dimiliki oleh bangsa kita. Demikian pula dengan prasyarat ketiga, yakni wilayah yang luas.
“Kalimantan Barat sebagai salah satu provinsi di Indonesia, memilki karakteristik tersendiri yang dominan, selain berbatasan langsung dengan perbatasan Serawak Timur, Malaysia, Kalbar adalah Provinsi terluas ke-4 di Indonesia,” terang Didi Haryono.
Dengan memiliki dominasi sektor sumber daya alam Perkebunan, Pertambangan, Pertanian dan Kelautan, dari 3 syarat utama yang harus dipenuhi sebuah negara, Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang menyumbang secara signifikan terhadap pertumbuhan, pembangunan dan ekonomi nasional.
Kompleksitas karakteristik kerawanan daerah tersebut, menjadikan dinamika Kamtibmas Kalimantan Barat sebagaimana Provinsi yang sedang berkompetisi dalam pembangunan daerah, pengaruh sosial, regional dan international sangat kental di Kalimantan Barat.
Sebagaimana agenda Kamtibmas nasional, Kalimantan Barat juga melaksanakan Pilkada Serentak 2018, Event Nasional yang terselenggara di Kalbar dan ancaman Karhutla.
“Pengaruh kondusifitas Kamtibmas merupakan kunci dari pelaksanaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat. Ketika Kamtibmas berjalan paralel dengan pembangunan, maka pelaksanaannya akan sesuai dengan perencanaan dan harapan,” kata Irjen Polisi Drs Didi Haryono SH MH.***(R/K65News).
Gambar : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk K65News
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
_______________________________________________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


