Bupati Ketapang Martin Rantan dan Uskup Pius Resmikan Dua Bangunan di Komplek Katolik Center

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan SH, M.Sos, Sabtu, (13/07/2024) meresmikan dua bangunan gedung bersejarah di Komplek Catholic Center, Paya Kumang Ketapang. Gedung pertama yang diresmikan, adalah renovasi Gedung Bina Utama Payak Kumang, yang sekarang diberi nama Rumah Adat Dermalo Yosep Murial. Gedung kedua yang diresmikan adalah Komplek Penginapan yang diberi nama Rumah Penginapan Petrus Josep Denggol.
Kedua bangunan ini, pada misa sebelumnya telah juga diberkati oleh Uskup Ketapang Mgr. Pius Riana Prapdi. Rumah Adat Dermalo Yosep Murial, sebelumnya adalah gedung pastoral Bina Utama Payak Kumang. Orang Ketapang mengenalnya sebagai rumah adat Dayak karena bangunannya memang seperti rumah Panjang Dayak. Gedung ini juga sering di pakai untuk kegiatan keagamaan, rapat-rapat dan juga resepsi perkawinan.
Dalam beberapa kali Pemilu, gedung Bina Utama ini juga dipakai untuk tempat melipat surat suara. Rumah adat ini karenanya mengambil peran dalam beberapa kali pesta demokrasi di Ketapang.
Pada peresmian tersebut, Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Ketapang yang telah mendukung pembiayaan pembangunan komplek Catholic Center.
Rumah Adat yang baru diberkati dan diresmikan, Rumah Adat Dermalo Yosep Murial

Terkait peresmian dua bangunan tersebut, Bupati Martin Rantan mengucapkan terima kasih kepada Uskup Ketapang. Ini karena pihak keuskupan berkenan memberikan nama gedung Dermalo Yosep Murial untuk rumah adat yang diresmikan. “Atas nama pemerintah daerah dan keluarga, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pihak keuskupan, yang telah memberi nama gedung ini Rumah Adat Dermalo Yosep Murial”, ucap Bupati Martin Rantan dalam sambutannya.
Rumah Adat yang baru diberkati dan diresmikan, Rumah Adat Dermalo Yosep Murial
“Terima kasih juga, atas penamaan rumah penginapan Petrus Josep Denggol”, lanjut Bupati Martin. Menurutnya, Murial, Denggol atau juga Bantang dan Rehal adalah masih punya kaitan keluarga. “Mereka semua adalah perintis pengembangan agama Katolik di Serengkah. Juga masih berkaitan keluarga semua”, jelas Bupati Martin.
Khusus untuk Yosep Dermalo Murial, Bupati Martin Rantan merupakan keturunan yang ke lima dari orang tua dan demong ini. Murial memiliki anak perempuan yakni Jeriah. Puteri Murial ini menikah dengan Kenduruhan Banjir, salah satu pejuang daerah dalam Perang Kedang, Tumbang Titi. Kemudian Banjir memiliki keturunan salah satunya Bantang. Ibu dari Bupati Martin, yakni Theresia Zitta yang menikah dengan Bapak Andreas Rantan, adalah salah satu puteri dari Pak Bantang.
Penamaan rumah Adat Dermalo Yosep Murial merupakan hal yang khusus. Nama tokoh ini juga memang mempunyai ikatan yang kuat dengan Bupati Martin Rantan. Untuk diketahui Murial adalah seorang demong di Kampung Serengkah. Ia dibaptis menjadi Katolik pada tahun 1918 oleh Mgr Pasificus Bos OFM Cap, prefektur apostolik Borneo waktu itu. Ia dibaptis dengan nama baptis Yosep. Dengan demikian, Dermalo Yosep Murial adalah orang Dayak pertama yang di baptis menjadi Katolik di wilayah Keuskupan Ketapang sekarang.
Uskup Ketapang, Mgr Pius Riana Prapdi menjelaskan, bahwa pemberian nama bangunan Dermalo Yosep Murial dan Petrus Josep Denggol adalah untuk menghargai perjuangan ke dua tokoh awal Masyarakat Katolik Ketapang. “Dermalo Josep Murial adalah tokoh awal yang visioner dan cerdas. Yang permintaannya agar Uskup Bos selain mengajar agama Katolik, juga harus membangun sekolah dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Dayak pedalaman, sungguh memberi pondasi bagi pengembangan umat Katolik”, demikian Uskup Pius.
Atas permintaan Dermalo Murial itu, Misi kemudian membangunan sekolah rakyat pertama di Serengkah pada tahun 1918. Sementara Pos Pelayanan atau Poliklinik Kesehatan di bangun di Tumbang Titi pada tahun 1926.
Uskup Pius juga menambahkan, bahwa dari Petrus Josep Denggol umat Katolik khususnya dapat belajar semangat mengabdi pada gereja, berbakti kepada negara, serta peduli pada masyarakat. PJ Denggol pernah menjadi katekis di Ketapang dan Sanggau (1943-1953), menjadi penjabat (Pj) Bupati Ketapang pada tahun 1970-1972, serta pengurus yayasan pengembangan social ekonomi Ketapang.
Rumah Penginapan Petrus Josep Denggol yang baru di resmikan, di Komplek Katolik Center Ketapang

Rumah Penginapan Petrus Josep Denggol yang baru di resmikan, di Komplek Katolik Center Ketapang.
Pemberkatan oleh Uskup Ketapang, juga peresmian oleh Bupati Martin Rantan ini dilaksanakan berkaitan dengan peringatan pesta tahbisan imamat 29 tahun Uskup Ketapang Mgr Pius Riana Prapdi. Dalam misa yang di hadiri oleh teman angkatan Uskup Pius, acara yang berlangsung khidmat ini juga di hadiri oleh keluarga PJ Denggol serta perwakilan umat.***(F. Alkap Pasti/k65news).
Editor : M. Fahrozi.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


