23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Kapolda Kalbar Hadiri Istighotsah dan Shalawat Nariyah di Ketapang, Ini Kabarnya

KETAPANG – Memperingati Hari Santri Nasional, warga Kalimantan Barat di Ketapang melaksanakan Istighotsah dan Shalawat Nariyah, bertempat dihalaman Mapolres Ketapang, Minggu (21/10/2018) malam.

Kegiatan ini diawali Ummul Qur’an oleh Rais Syuriah PCNU Ketapang, Drs KH M Faisol Maksum dilanjutkan do’a Istighotsah Mahallul Qiyam yang di pimpin Gus Herisas, S.Ag, SH, M.Hi, selanjutnya lantunan pembacaan Ayat Suci Al Qur’an oleh Ust. H. M Dhofier dan kemudian sambutan Ketua Tanfidziyah PCNU Ketapang, KH Jema’ie Makmur.

Dalam kegiatan ini juga, nampak hadir Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono, SH MH dan Kapolres Ketapang AKBP Yury Nurhidayat turut memanjatkan do’a meminta pertolongan agar Kalbar terjaga dan terbebas dari bala bencana.

Pada kesempatan itu juga, dalam sambutannya Kapolda Kalbar mengajak para Alim Ulama, para Habaib, para Kiai, para Ustadz, segenap Forkopimda Kabupaten Ketapang dan yang hadir malam itu untuk bersemangat bershalawat dan beristighotsah bersama.



“Ditengah kita telah hadir para Alim Ulama, Habaib, Ustadz dan para Santri yang sangat kita cintai dan banggakan, Alhamdulillah dengan semangat dan tekad yang kuat kita semua hadir untuk bershalawat dan beristighotsah bersama,” kata Irjen Pol Didi Haryono.

Selanjutnya Kapolda mengajak kepada semua yang hadir agar shalawat dan salam bersama-sama dihaturkan kepada junjungan kita, Nabi Besar Muhammad, SAW beserta Keluarga, Sahabat dan Pengikut-pengikut Rasulullah, Insya Allah, termasuk kita semua sampai akhir zaman, Aamiin.

Disampaikannya juga ucapan terima kasih kepada panitia yang telah menyelenggarakan acara tersebut yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kita atas nikmat Allah SWT yang telah diberikan, dalam bentuk terciptanya rasa aman, damai dan tentram bagi penduduk Kalimantan Barat khususnya Kabupaten Ketapang.

Dijelaskan Kapolda Didi Haryono, bahwa Kalimantan Barat, juga Kabupaten Ketapang, didalamnya terdapat berbagai macam suku, agama dan budaya, namun Alhamdulillah penduduk Kalimantan Barat paham dan mengerti akan indahnya kebersamaan dalam keberagaman tentunya terwujud sesuai dengan tema kegiatan pada malam ini. “Bersama Santri Damailah Negeri,” ujar Kapolda Kalbar Didi Haryono.

Sebagai indikator kebersamaan dalam keberagaman ini, lanjut Didi Haryono, kemarin pada kegiatan Pilkada Serentak 2018 wilayah Kalbar ditetapkan sebagai wilayah paling rawan, namun Alhamdulilah pada pelaksanaannya menjadi daerah yang paling aman, lancar, damai, kondusif dan sukses. “Tentunya hal tersebut tidak luput dari kerjasama dan partisipasi semua pihak, termasuk hadirin para jema’ah di sini,” ucapnya.

Diingatkan Kapolda juga kepada warga Kalbar, ke depan, dalam menyikapi agenda nasional seperti Pileg dan Pilpres 2019 yang telah memasuki tahapan kampanye. Tahapan yang paling meriah dalam sebuah pesta demokrasi, maka sebelum kita mencapai puncak pesta rakyat yang akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 17 April 2019, mulai hari ini melalui Istighotsah dan Shalawat Nariyah dalam rangka memperingati hari Santri Nasional. “Marilah bersama-sama kita jadikan provinsi Kalbar sebagai percontohan bagi provinsi lain menjadi daerah yang paling aman, paling damai, paling elegan, paling mantap, serta paling tertib dan paling bermartabat di Indonesia,” ujarnya.

Kemudian Kapolda Kalbar berkata, bahwa perbedaan, multi etnis dan keragaman budaya di Kalbar menjadikan ciri khas Bangsa Indonesia, hal ini adalah salah satu nilai kekayaan Indonesia, dimana keberagaman tersebut disatukan dengan bingkai Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

“Arus globalisasi, serta ancaman modernisasi bukan lah suatu hal yang bisa menggantikan nilai – nilai dan budaya bangsa, sehingga persatuan dan persatuan tetap, adalah hal yang utama baik dalam pesta demokrasi dan perbedaan apapun kita semua disatukan oleh semangat kebangsaan dan budaya demokrasi pancasila,” tutup Kapolda Didi Haryono.***(SP/k65news).

Gambar   : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk kabar65news.com

Editor      : Fahrozi

_______________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *