Ketapang Akan Miliki Universitas Baru, Ini Kabarnya

KETAPANG – Pemerintah Kabupaten Ketapang menyambut positif rencana penggabungan Akademi Manajemen Komputer Indonesia (AMKI) Ketapang dengan Universitas Sapta Mandiri yang akan melahirkan Universitas Sapta Mandiri Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Ketapang.
Rencana tersebut disampaikan dalam audiensi antara pihak badan penyelenggara Universitas Sapta Mandiri dengan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., bertempat di Ruang Kerja Bupati, beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut merupakan ajang silaturahmi awal sekaligus permohonan restu serta arahan dari Pemerintah Kabupaten Ketapang terkait rencana pendirian Universitas Sapta Mandiri PSDKU Ketapang yang nantinya akan menjadi bagian dari Universitas Sapta Mandiri, dengan fokus pengembangan pendidikan tinggi di wilayah Ketapang dan sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap langkah yang ditempuh pihak universitas, sembari menekankan pentingnya tertib administrasi dan kepatuhan terhadap regulasi.
“Pemerintah Kabupaten Ketapang tentu mendukung setiap upaya dan inisiatif yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta pengembangan sumber daya manusia di daerah. Namun, kami juga menekankan agar seluruh proses penggabungan dan pendirian universitas ini tetap dilaksanakan secara tertib, sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,”
ujar Bupati Alexander.
Lebih lanjut Bupati berharap, kehadiran Universitas Sapta Mandiri PSDKU Ketapang nantinya dapat menjadi salah satu motor penggerak kemajuan pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Kabupaten Ketapang.
“Kami berharap universitas ini benar-benar hadir dan berkontribusi nyata dalam mencetak generasi muda Ketapang yang cerdas, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional,”
tambahnya.***(adv/k65news).
Editor: Bang Liem.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


