Jembatan Rusak dan Ketiadaan Listrik di Pedalaman Manismata Potret Nyata Tantangan Infrastruktur dan Komitmen Pembangunan Berkeadilan

KETAPANG – Bupati Ketapang, Kalimantan Barat, Alexander Wilyo, meninjau langsung kondisi infrastruktur di jalur penghubung Desa Kemuning menuju Sengkuang Merabung, Kecamatan Manis Mata, Jum’at (21/11/2025).
Dalam kunjungan ini, Ia menemukan satu jembatan kayu yang menjadi akses vital antar desa berada dalam kondisi sangat memprihatinkan. Sejumlah bagian konstruksi telah berlubang meskipun sebelumnya sudah dilakukan penanganan sementara oleh pemerintah desa maupun pemerintah daerah.
Jembatan tersebut merupakan urat nadi mobilitas barang dan masyarakat bagi desa-desa di pedalaman Manismata, seperti Desa Kemuning, Terusan, Silat, Kelampai, Pelampangan, Pakit Silaba hingga Air Upas.
“Apa yang saya lihat di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak infrastruktur dasar yang perlu segera kita tingkatkan demi menunjang aktivitas dan kebutuhan masyarakat”, ungkap Alexander Wilyo.
“Kita melihat sendiri betapa pentingnya jembatan ini bagi warga. Ke depan tentu akan kita tangani secara bertahap agar akses antar desa bisa lebih aman dan lancar”, kata orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang ini.
Selain jembatan, Alex juga menyoroti belum adanya jaringan listrik di kawasan tersebut. “Tidak terlihat satu pun tiang listrik berdiri, menandakan, bahwa beberapa desa di Kecamatan Manismata termasuk Kemuning dan Sengkuang Merabung masih belum teraliri listrik”, tandas Bupati Alexander.
Desa-desa ini merupakan bagian dari 47 desa di Kabupaten Ketapang yang hingga kini belum menikmati layanan kelistrikan.
“Saya berharap pemerintah pusat, khususnya PLN, Kementerian BUMN, serta pihak terkait lainnya dapat memberikan perhatian dan intervensi agar akses listrik bagi masyarakat pedalaman Ketapang dapat diprioritaskan”, harapnya.
“Kita ingin pembangunan berjalan secara adil bagi seluruh masyarakat. Inilah esensi dari visi Pembangunan Berkeadilan dan misi kita untuk menghadirkan pembangunan infrastruktur secara merata hingga ke desa-desa pedalaman”, tegas Alexander Wilyo
Ia juga menyampaikan, bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan tersendiri dalam mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, jembatan hingga kelistrikan. Karena itu, dukungan pemerintah pusat sangat diharapkan agar masyarakat pedalaman tidak lagi tertinggal dalam pemenuhan pelayanan dasar.
“Kita berharap pemerintah pusat dapat melihat kondisi nyata ini. Infrastruktur jalan, jembatan, dan listrik adalah kebutuhan mendesak bagi masyarakat kita. Semoga ini menjadi perhatian serius demi terwujudnya Ketapang yang maju, mandiri, dan berkeadilan”, tutup mantan Sekda Ketapang ini.***(adv/k65news).
Editor: Bang Liem.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


