Titik Api di Ketapang Turun, Menhut Dorong Lanjutkan OMC dan Water Bombing

KETAPANG – Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni meninjau langsung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ketapang, Selasa (8/9/2026). Kedatangan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moril kepada petugas di lapangan.
Kunjungan kerja Menteri Kehutanan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pengendalian Karhutla yang telah berlangsung selama lebih dari dua bulan di berbagai wilayah Kabupaten Ketapang. Dalam kegiatan itu, Menteri Kehutanan berdialog dengan para petugas, meninjau perkembangan penanganan di lapangan, serta mendengarkan kendala yang dihadapi tim pemadaman.
Menteri Kehutanan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang, TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengendalian Karhutla.
Ia juga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang diintensifkan sejak 4 hingga 8 September 2026 mulai menunjukkan hasil. Menurutnya, meskipun belum terjadi hujan deras, rintik hujan yang turun merupakan dampak dari OMC tersebut.
Menteri Kehutanan menjelaskan jumlah titik api atau hotspot di Kabupaten Ketapang mengalami penurunan signifikan. Pada hari itu tercatat 13 titik api, sementara pada hari sebelumnya mencapai 85 titik.
Ia menambahkan proses pemadaman masih menghadapi tantangan besar, khususnya di kawasan lahan gambut. Api di lahan gambut dinilai mudah muncul kembali dan merembet ke lokasi lain meskipun telah dilakukan pembasahan berulang kali.
Pada kesempatan itu, Menteri Kehutanan mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan fenomena El Nino. Ia meminta seluruh pihak tidak mencederai masyarakat dengan tindakan pembakaran lahan.
Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan pemerintah pusat dalam penanganan Karhutla di wilayahnya. Ia menyatakan selama lebih dari dua bulan, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pelaku usaha, dan masyarakat telah bekerja bahu-membahu menekan laju kebakaran.
Bupati Ketapang juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi, mulai dari karakteristik lahan gambut yang dalam, keterbatasan sumber air, hingga lokasi kebakaran yang berada di wilayah pedalaman dengan akses sulit.
Pemerintah Kabupaten Ketapang berharap dukungan pemerintah pusat dapat terus ditingkatkan, khususnya melalui operasi water bombing dan OMC guna mempercepat pengendalian Karhutla di wilayah yang sulit dijangkau tim darat. Bupati Ketapang menilai water bombing penting dilakukan di kawasan bertanah mineral, sementara OMC dinilai efektif membantu mempercepat pemulihan di tengah cuaca kering.
Hingga saat ini, upaya pemadaman Karhutla di Kabupaten Ketapang masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Pemerintah daerah bersama seluruh unsur terkait berkomitmen untuk terus mengendalikan kebakaran hingga kondisi benar-benar aman.***(adv/k65news).
Editor : HAR.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


