Bupati Ketapang Ajak Teladani Akhlak Nabi Muhammad SAW pada Peringatan Maulid 1448 H

KETAPANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang di Aula Utama Gedung PCNU Ketapang, Kamis (10/9/2026) malam, berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kebersamaan. Di tengah kemarau panjang serta dampak asap kebakaran hutan dan lahan yang masih dirasakan masyarakat, momentum tersebut dimaknai sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus memohon doa bagi keselamatan Kabupaten Ketapang.
Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengajak masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai nilai-nilai keikhlasan, kesederhanaan, dan kepedulian sosial yang diajarkan Nabi Muhammad SAW tetap relevan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam membangun daerah.
Alexander Wilyo berharap seluruh masyarakat dapat meneladani sifat-sifat keikhlasan, kebaikan, serta kesederhanaan Nabi Muhammad SAW.
Ia juga menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan Hari Santri yang akan digelar PCNU Kabupaten Ketapang. Menurutnya, Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa, serta menjadi mitra strategis dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, dan persatuan di tengah masyarakat.
Alexander Wilyo menyatakan akan mendukung kegiatan Hari Santri yang akan diselenggarakan PCNU Ketapang. Ia mengaku senang dapat berada di tengah-tengah para alim ulama karena memahami rekam jejak sejarah NU serta perannya dalam memberikan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Lebih lanjut, ia menilai hubungan baik antara pemerintah, alim ulama, dan pemuka agama memiliki peran penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan maupun persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
Ia menegaskan komitmen untuk terus berjalan bersama para alim ulama dan pemuka agama selama masa pemerintahannya. Menurutnya, hubungan tersebut penting dalam mendukung jalannya pemerintahan, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta menghadapi berbagai tantangan di Ketapang, termasuk dampak kemarau panjang dan kebakaran hutan serta lahan.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ketapang juga menyampaikan apresiasi kepada para alim ulama, pengurus masjid, dan pengelola pondok pesantren yang telah melaksanakan ikhtiar bersama memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan.
Ia menilai doa dan ikhtiar yang dilakukan secara bersama-sama menjadi kekuatan penting dalam menghadapi kondisi yang tengah dialami Kabupaten Ketapang saat ini.
Terkait memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna menjaga kesehatan.
Alexander Wilyo berharap Kabupaten Ketapang senantiasa dilindungi dari berbagai macam bencana dan segera diberikan hujan oleh Allah SWT.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ditutup dengan makan bersama nasi tumpeng yang disiapkan panitia. Kegiatan tersebut menjadi bentuk rasa syukur sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, jajaran pengurus PCNU, para ulama, pemuka agama, badan otonom NU, dan masyarakat Kabupaten Ketapang.
Selain sebagai hidangan tradisional, tumpeng juga memiliki nilai filosofis. Dalam khazanah budaya Jawa dikenal ungkapan “Tumapaking penguripan, tumindak lempeng tumuju Pangeran”, yang bermakna bahwa setiap langkah kehidupan hendaknya dijalani dengan niat dan perilaku yang lurus menuju Tuhan.***(adv/k65news).
Editor : HAR.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


