23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Bupati Ketapang Alexander Wilyo Tekankan Lita’arafu dan Persatuan dalam Peringatan Maulid Nabi di Muara Pawan

KETAPANG – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diinisiasi Pondok Pesantren Hidayaturrahman Kampus 2 berlangsung khidmat di Kompleks Rumah Singgah Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, pada 11 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Muara Pawan, kepala desa se-Kecamatan Muara Pawan, kepala perangkat daerah, serta jamaah pengajian dari Desa Kalinilam, Desa Sukaharja, dan masyarakat Desa Tanjung Pura. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan keberagaman suku, agama, dan adat istiadat di Kabupaten Ketapang.

Acara menghadirkan penceramah asal Pontianak, Al-Habib Muhammad Syafei Syahab, S.H.I., yang menyampaikan tausiyah mengenai pentingnya meneladani keluhuran akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat, terutama di tengah keberagaman.

Bupati Ketapang Alexander Wilyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak dan budi pekerti manusia serta menebarkan kasih sayang bagi seluruh alam. Nilai-nilai keteladanan tersebut dinilainya perlu menjadi pedoman dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun, saling menghormati, dan penuh kepedulian.

Ia juga menekankan pentingnya mengamalkan nilai lita’arafu, yakni saling mengenal dan memahami di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan adat istiadat. Menurutnya, keberagaman bukan alasan untuk terpecah belah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi dan mempererat persaudaraan.

Alexander Wilyo menambahkan bahwa esensi lita’arafu adalah saling mengenal, saling memahami, dan saling menyayangi tanpa membeda-bedakan satu sama lain. Ia menilai perbedaan seharusnya mendekatkan, bukan menjadi alasan untuk bertikai maupun bermusuhan.

Pada kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sebagai Bupati Ketapang, dirinya merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, kelompok, maupun golongan.

Ia berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang adil, memberikan ruang yang setara, serta mengayomi seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi. Keberagaman disebutnya sebagai kekayaan daerah yang harus dijaga bersama, sementara persatuan dan keadilan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang dapat dirasakan seluruh masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa Kabupaten Ketapang bukan milik satu kelompok atau golongan tertentu. Pemerintah daerah harus hadir untuk semua, mendengarkan aspirasi masyarakat, menghormati perbedaan, serta memastikan setiap warga memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Ia menyebut Ketapang sebagai rumah besar bagi semua masyarakat dengan beragam suku, agama, budaya, adat istiadat, kelompok, dan golongan, yang harus dijaga, dirawat dengan kepedulian, dan dibangun dengan semangat persatuan serta gotong royong.***(adv/k65news).

Editor : HAR.

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *