Terkait Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg, PKC PMII Kalbar Turun Kejalan dan Ultimatum Pertamina
PONTIANAK – Kelangkaan gas elpiji 3 kg membuat masyarakat di Kalimantan Barat resah, dalam kurun waktu 3 minggu terakhir antrian panjang terjadi hampir di seluruh pangkalan gas elpiji, bahkan harga di eceran melonjak secara drastis bisa sampai 2 kali lipat, terkadang meski antri berjam-jam masyarakat ada yang tidak kebagian, parahnya lagi sampai terjadi gesekan antara masyarakat dan petugas.
Menurut Rofiq, Biro Pers PKC PMII (Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kalbar, menyatakan, bahwa melihat kondisi tersebut, Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Barat mengambil sikap tegas dengan melaksanakan Aksi Demonstrasi, Jum’at (14/12/2018).
Aksi tersebut dimulai jam 08.00 wib, berkumpul di Bundaran Degulist Untan dan dilanjutkan ke PT. Pertamina yang dihadiri ratusan kader PMII.
Abdul Malik selaku Koordinator Lapangan (Korlap), mengatakan, bahwa aksi ini merupakan kajian dari sahabat-sahabat melihat kondisi masyarakat yang keluh-kesah dengan langkanya gas elpiji 3 kg.
Malik menambahkan, Pertamina patut bertanggung jawab atas terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg tersebut.
Ada 7 poin yang dilontarkan pada aksi ini :
1. Mendesak ketegasan Pemerintah Propinsi Kalimantan Barat untuk menagani penyalahgunaan LPG subsidi 3 KG
2.Mendesak PT. Pertamina Persero Kalimantan Barat mengatasi penyelundupan agen ilegal
3.Meminta DPRD Propinsi Memanggil Pertamina dan pihak-pihak terkait agar permasalahan ini cepat diselesaikan
4.Mendesak Disperindag Kalimantan Barat untuk melakukan SIDAK rutin ke lapangan
5.Meminta kepada SATGAS Pangan TNI POLRI untuk melakukan operasi pasar
6.Menuntut mundur Manager PT Pertamina (Persero) KalBar, apabila tidak dapat mengatasi kelangkaan LPG 3 KG ini dalam waktu dekat.
7.Meminta semua lapisan masyarakat dan pemerintah bersama-bersama mengawasi penyalah gunaan LPG 3 KG.
Muammar Kadafi selaku Ketua PKC PMII Kalbar menegaskan, bahwa aksi ini tidak ada unsur kepentingan politik, “ini murni hati kita terangkat melihat kondisi masyarakat bawah menjerit”, kata Kadafi.
Kadafi juga menegaskan, bahwa pihaknya telah mengultimatum Pertamina jika dalam waktu 1 minggu sesuai kesepakatan bersama persoalan kelangkaan gas elpiji 3 kg masih belum tuntas, “maka kita akan turun lagi dengan massa yang lebih besar. Hidup Mahasiswa
Hidup Rakyat”, tegasnya.***(R/K65News).
Gambar : Dokumen Biro Pers PKC PMII (Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Kalbar untuk kabar65news.com
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
_____________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


