Tokoh Pers Nasional Leo Batubara Meninggal Dunia, Ini Komentar Sekjen Majelis Pers
JAKARTA – Mantan anggota Dewan Pers, Sabam Leo Batubara dikabarkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, usai terjatuh dari kamar mandi, Rabu (29/08/2018).
Berita meninggalnya Saham Leo Batubara itu mengejutkan sahabat seperjuangannya Ozzy Sulaiman Sudiro, Ketua Umum Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI) yang juga selaku Sekjen Majelis Pers.
“Saya baru mendengar Pak Leo Batubara meninggal dunia usai tiba di Jakarta malam ini,” terang Ozzy Sulaiman Sudiro, melalui keterangan tertulisnya yang disampaikan kepada sejumlah awak media, termasuk kepada Redaksi media ini, Kamis (30/08/2018) dini hari tadi.
Ozzy mengatakan Leo Batubara merupakan sosok yang berkomitmen dalam memperjuangkan kemerdekaan pers di Indonesia. Pejuang pers 3 zaman ini sangat dikaguminya, Leo Batubara sangat apresiatif atas lahirnya KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) pada tanggal 22 Mei tahun 1998, sebagai pioner, pelopor organisasi wartawan reformis yang saat itu berani menumbangkan tirani kekuasaan rezim pemerintahan yang otoriter.
“Beliau (Leo Batubara) merupakan saksi dimana saat itu KWRI mendapatkan apresiasi dari Menteri Penerangan Yunus Yosfiah yang kemudian merekomendasikan melalui suratnya hingga bisa berkantor di Gedung Dewan Pers,”ungkap Ozzy.
Dimata Ozzy, Leo Batubara merupakan guru dan sahabat yang dikaguminya. Saat era transisi berlangsung, Leo merupakan fasilitator yang mempertemukan sejumlah pemimpin organisasi pers hingga akhirnya bisa merumuskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pers dan lahirlah UU Pokok Pers No. 40 tahun 1999 tentang Pers, yang mengamanahkan lahirnya Dewan Pers Independen.
“Saya bersama almarhum turut mensosialisasikan UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, kesejumlah daerah melalui seminar, diskusi dan berbagai pertemuan lainnya untuk menyikapi persoalan pers nasional.
Ozzy mengatakan terakhir dirinya bertemu Leo Batubara saat terjadi permasalahan meninggalnya wartawan M. Yusuf yang ditengarai sebagai korban kriminalisasi pers.
“Leo adalah guru, dan sahabat, yang selalu konsisten terhadap perjuangan pers nasional. Walau kadang terjebak situasi yang salah hingga memicu kritikan unkonsisten atas statementnya. Saya tetap menghormati serta kagum dengan sikap dan pribadinya yang berkarakter. Selamat jalan tokoh pers nasional kita, guru, sahabat, semoga Allah SWT menerima amal kebaikannya, Aamiin,” pungkas Ozzy Sulaiman Sudiro.***(R/K65News).
Editor : M. Fahrozi
Gambar : Almarhum Saham Leo Batubara (X) bersama Ozzy Sulaiman Sudiro (kemeja batik).***(Ist).
_______________________________________________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


