Ini Kata Profesor Ikhsan Tanggok Terkait Kebijakan Gubernur Sutarmidji Pangkas Anggaran
JAKARTA – H. Sutarmidji,SH.,M.Hum dan Drs. H. Ria Norsan,M.M.,M.H, secara resmi telah dilantik Presiden Joko Widodo, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, hasil Pilkada Serentak, 27 Juli 2018 lalu,untuk masa jabatan 2018 – 2023, di Istana Negara, Jakarta, awal September 2018 lalu.
Dilantiknya Sutarmidji dan Ria Norsan oleh Presiden Jokowi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar itu, disambut dengan suka cita warga Kalbar, banyak harapan yang ditumpukan kepada Gubernur dan Wakil Gubernur baru tersebut.
“Pertama saya ucapkan selamat atas dilantiknya Gubernur baru Kalbar dan Wakil Gubernur baru Kalbar untuk 5 tahun kedepan, semoga duet kedua mantan kepala daerah yang banyak berpengalaman ini memberikan kemajuan bagi Kalbar ke depan”, ucap Profesor doctor H.M.Ikhsan Tanggok, MSi, Guru Besar Antropologi Agama di Fakultas Ushuluddin (Theology) UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah, Jakarta, kepada media ini, Kamis (20/09/2018) siang.
Dikatakan Ikhsan Tanggok lebih lanjut, bahwa terkait kebijakan yang dibuat oleh Gubernur Sutarmidji yang memangkas anggaran perjalanan dinas dan anggaran mobil dinas 2019 untuk pendidikan gratis bagi SMU/SMK, dia sangat setuju dan menyambut baik.
“Karena ini besar manfa’atnya untuk kepentingan meningkatkan SDM masyarakat Kalbar ke depannya. Oleh karena itu, jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka tidak ada alasan lagi bagi para orang tua untuk tidak mendorong anaknya untuk melanjutkan studi sampai ke jenjang SMU/SMK”, tutur putra asli Kalbar yang saat ini berdomisili di Jakarta itu.
Selain itu kata Ikhsan, sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan ini juga harus disiapkan, sosialisasi sampai ke desa desa juga harus dilakukan oleh aparat pemerintah. Jangan sampai adanya program gratis pendidikan yang digagas oleh Pemerindah Daerah Kalbar ini hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang, tidak kena pada sasarannya dan tidak banyak masyarakat tahu.
“Perlu juga dipikirkan jika 2019 program pendidikan gratis ini benar-benar terlaksana, maka jangan ada lagi pungutan-pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah, sehingga dapat menimbulkan keresahan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu”, harap Ikhsan.
Oleh karena itu Ikhsan minta, agar pengawasan sampai ke bawah perlu dilakukan oleh pemerintah, sehingga program gratis pendidikan ini dapat berjalan sesuai dengan harapan.***(R/K65News).
Gambar : Profesor doctor H.M.Ikhsan Tanggok, MSi, Guru Besar Antropologi Agama di Fakultas Ushuluddin (Theology) UIN (Universitas Islam Negeri) Syarif Hidayatullah, Jakarta.***(Ist).
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
_______________________________________________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


