PMII Kalbar Donasikan 125 Juta Rupiah untuk Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala
PONTIANAK – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat, menggelar aksi galang dana untuk korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala, Jum’at (05/10/2018). Aksi Galang dana tersebut di gelar secara serentak se-Indonesia sesuai instruksi PB PMII tanggal 29 September – 04 Oktober 2018.
Ditemui diruang kerjanya, Mu’ammar Kadafi selaku Ketua PKC PMII Kalbar membenarkan bahwa Pengurus Cabang PMII se-Kalimantan Barat melaksanakan aksi galang dana. “Terimakasih saya ucapkan kepada sahabat-sahabat PMII Kalimantan Barat telah melaksanakan aksi solidaritasnya”, ucap Kadafi.
Atas nama keluarga besar PMII Kalimantan Barat, Kadafi, mengucapkan duka sedalam-dalamnya atas bencana gempa-tsunami yang melanda Kota Palu dan Donggala, semoga korban yang meninggal di tempatkan di sisi Allah SWT serta yang masih hidup diberikan ketabahan.. Aamin.
Kadafi juga menambahkan, donasi tersebut langsung dikirim ke Rekening PB PMII, masyarakat Kalbar diminta jangan khawatir, karena PB PMII langsung turun ke lokasi dan membentuk Tim Tagana, seperti halnya waktu di Lombok kemaren.
Total donasi yang mereka kumpulkan sebesar Rp. 125.677.100,- (Seratus Dua Puluh Lima Juta Enam Ratus Tujuh Puluh Tujuh Ribu Seratus Rupiah). Dengan rincian sebagai berikut :
- PC. PMII Kabupaten Sintang = Rp. 41.398.000
- PC. PMII Kabupaten Ketapang = Rp. 8.000.000
- PC. PMII Kabupaten Sambas = Rp. 24.800.500
- PC. PMII Kabupaten Mempawah = Rp. 8.331.000
- PC. PMII Kota Singkawang = 15.794.600
- PC. PMII Kota Pontianak dan Kubu Raya = Rp.27.353.000
“Kami berharap bantuan yang tidak seberapa ini bisa membantu saudara saudara kita di sana, duka mereka, duka kita bersama, duka rakyat Indonesia” tutup Kadafi.***(R/K65News).
Gambar : Dokumen Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kalimantan Barat untuk K65News.
Editor : Fahrozi
_______________________________________________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


