23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Pemilu Rabu 17 April 2019, Pasukan Pengamanan untuk Kabupaten/Kota di Kalbar Mulai Digeser

PONTIANAK – Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2019, telah digelar di lapangan Jananuraga Mapolda Kalbar, Sabtu (13/04/2019). Ribuan personel Polda Kalimantan Barat dan petugas dari KPU membaur bersama, memperagakan simulasi pengamanan TPS dan proses pelaksanaan pencoblosan dan perhitungan suara oleh petugas di TPS.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH memimpin langsung Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Pemilu 2019 tersebut yang dihadiri Ketua KPU Provinsi Kalbar, Ramdan dan Ketua Bawaslu Provinsi Kalbar, Ruhemansyah.

Empat hari lagi bangsa Indonesia akan menyongsong puncak demokrasi Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 17 April 2019, sesuai dengan rencana pengamanan Pemilu Operasi Mantab Brata 2019. Pergeseran pasukan diberangkatkan tanggal 14 April dan akan melaksanakan pengamanan sampai 20 April 2019.

Pergeseran untuk 2 (dua) wilayah Kota dan 9 (sembilan) Kabupaten, dengan jalur darat Pontianak, Mempawah, Singkawang, Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, Melawi, Sekadau, Landak dan Kabupaten Kubu Raya.

Sedangkan untuk jalur air yakni ke Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara. Sementara untuk Kabupaten Kapuas Hulu menggunakan jalur udara.

“Ada sebanyak 1.891 personel Polda Kalbar membackup Polres jajaran di dua Kota dan 12 Kabupaten, total keseluruhan TPS yang diamankan sebanyak 16.499, “ ujar Kapolda Didi Haryono.

Disampaikan Didi Haryono lebih lanjut, bahwa kemarin sudah dilaksanakan pengecekan melalui apel gelar pasukan secara bersama yakni antara Polri, TNI dan stake holder penyelenggara Pemilu 2019, untuk melihat kesiapan akhir seluruh personel pengamanan, berikut kelengkapan almatsus, sarana dan prasarana pendukungnya, serta keterpaduan unsur lintas sektoral dalam pengamanan guna mengamankan dan mensukseskan pesta demokrasi Pemilu 2019.

“Dengan pelibatan kekuatan pengamanan dari unsur Polri dan TNI yang dikerahkan yaitu sebanyak 12.776 personil (6.743 Polri dan 6.033 TNI), serta dari unsur Linmas sebanyak 32.998 personel yang tersebar di 16.499 TPS, saya yakin kita semua sanggup dan siap menjamin suksesnya pemilu 2019,” ungkap Didi Haryono.

Selanjutnya Kapolda Kalbar Didi Haryono berkata, bahwa ada beberapa potensi gangguan selama Pemilu 2019 yang harus kita cegah dan tangkal, diantaranya praktek-praktek kecurangan pemilihan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, baik penyelenggara, pemilih, serta pihak lainnya yang dapat memicu penolakan dan protes dari pihak lain yang berujung konflik.

“Kemudian ada ancaman fisik dan non-fisik terhadap keamanan para calon, pemilih, dan upaya-upaya pihak tertentu yang sengaja ingin menimbulkan gangguan kamtibmas”, kata Didi Haryono.

Selain itu lanjut Kapolda, ada ancaman terhadap keamanan fasilitas umum, dan sarana prasaranan penunjang pemilihan suara seperti TPS, kotak suara, alat komunikasi, dan sebagainya, termasuk ancaman-ancaman lainnya terhadap seluruh proses pemilihan, khususnya pada puncak pesta demokrasi pemungutan suara hari Rabu tanggal 17 April 2019.

“Untuk itu, dengan mengedepankan tindakan pro-aktif yang preemtif dan preventif, serta didukung kegiatan intelijen, juga memberdayakan seluruh potensi di lapangan, dan relawan yang siap bekerjasama dalam semangat sinergitas, soliditas dan solidaritas, maka Polri akan siap dalam mengantisipasi setiap kerawanan kamtibmas yang akan menggangu jalannya Pemilu,” tegas Kapolda Didi Haryono.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Didi Haryono juga mengingatkan kepada seluruh personel pelaksana pengamanan untuk senantiasa menjaga netralitas dan profesionalitas.

“Hindari segala tindakan dan perilaku yang kontra produktif, yang justru dapat mengganggu jalannya Pemilu 2019, serta mencederai nilai-nilai demokrasi dan menurunkan citra Polri dimata masyarakat”, kata Didi Haryono mengingatkan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Kalbar, Ramdan dihadapan personel pengamanan mensimulasikan mekanisme pemungutan dan penghitungan suara di TPS.

“Simulasi tersebut bertujuan agar personel di lapangan mengerti tugas masing-masing yang akan dilaksanakannya,” tutupnya Ramdan.***(SP/K65News).

Gambar : Dokumen Humas Polda Kalbar untuk kabar65news.com

Editor    :  Fahrozi

_____________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *