PKC PMII Kalbar Desak Gubernur Cabut Izin Perusahaan Kelapa Sawit Nakal
PONTIANAK – Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Kalimantan Barat mendukung sikap tegas dan kebijakan Gubernur Kalbar Sutarmidji terhadap perkebunan kelapa sawit yang ada di Kalimantan Barat, pasalnya dari beberapa perusahaan kelapa sawit itu tidak memberikan kontribusi yang besar, baik sebagai pendapatan daerah maupun kesejahteraan masyarakat di daerah, melainkan sumber malapetaka dan bencana, bisa diliat dari dampak perkebunan kelapa sawit diberbagai daerah yang dulunya tidak pernah banjir sekarang banjir, seperti kasus banjir yang terjadi di Kabupaten Landak baru-baru ini.
“Belum lagi dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh perkebunan sawit, hutan gundul dan gersang serta serapan air menjadi susah. Beda lagi di musim kemarau sering di manfaatkan oleh oknum oknum perusahaan yang membakar lahan secara sembarangan, sehingga menimbulkan kebakaran hutan dan lahan, belum lagi dampak asap yang ditimbulkannya. Hal ini perlu di antisipasi mengingat 1 bulan kedepan adalah musim kemarau. Dan lagi dampak terparah kerusakan jalan akibat lalulalang angkutan perkebunan”, ungkap Mu’ammar Kadafi, Ketua PKC PMII Kalbar kepada Redaksi Kantor Berita Online www.kabar65news.com , Rabu (03/07/2019).
Kadafi menambahkan, pada prinsipnya PKC PMII mendukung sepenuhnya langkah-langkah Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji, SH., MH.Hum, untuk mengevaluasi dan mencabut izin perusahaan perkebunan sawit yang dinilai nakal dan tidak memberikan kontribusi pada daerah dan masyarakat.
Akhirnya Kadafi menegaskan, bahwa PKC PMII Kalbar akan terus menyuarakan dan mengawal persoalan carut-marutnya perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat hingga Nasional.***(R/K65News).
Gambar : Mu’ammar Kadafi, Ketua PKC PMII Kalbar.***(Ist).
Penulis : Adjie Saputra
Editor : Fahrozi
__________________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

