“Indonesia Waste To Energy Project” Jalan Menuju Penyelesaian Problem Sampah
JAKARTA – Saat ini sampah menjadi problm lingkungan nomor 1 di Indonesia. Tingginya kerusakan lingkungan akibat sampah menandakan belum ada upaya signifikan dari pemerintah maupun masyarakat untuk merubah keadaan tersebut, mengakibatkan menurunnya kualitas hidup juga problem kesehatan baagi masyarakat yang tinggal di sekitar Tempat Pembuangan Akhir.
Problematika sampah Indonesia saat ini sangat mirip dengan keadaan di Korea 15 tahun lalu. Kondisi inilah membuat sebuah perusahaan di Korea Selatan tertarik untuk turut serta dalam memecahkan persoalan lingkungan di Indonesia. Sewon Engineering & Energy LTD terlibat sebagai konsultan enginer dalam proyek yang bertajuk “Indonesia Waste To Energy Project” yang digagas oleh Mustika Inti Group melalui PT Sinar Wijaya Indonesia sebagai eksekutor proyek.
PT Sinar Wijaya Indonesia dan Sewon Engineering & Energy LTD yang dipimpin langsung oleh CEO Choi Sung Yong melalukan rangkaian perjalanan persentasi serta penandatanganan MOU ke beberarapa Kota Kabupatan dan Kotamadya di Propinsi Kalimantan Barat dan Propinsi Lampung. Kabupaten Kubu Raya menjadi awal dari rangkaian Presentasi & MOU yang dilaksanakan pada tanggal 2 Desember 2019, dilanjutkan Kabupaten Mempawah, Kotamadya Singkawang, dan Kotamadya Pontianak. Rangkaian persentasi di Propinsi Lampung dimulai pada tanggal 9 Oktober 2019 di Kota Bandar Lampung. disusul kemudian Kota Metro, Mesuji dan Lampung Utara.
“Kami tertantang untuk membantu menyelesaikan permasalahan lingkungan yang Diakibatkan oleh sampah di beberapa Kota di Indonesia”, ungkap Choi Sung Yong. Bukti dari keseriusan timnya adalah dengan menggamit rekan kerja yang telah lama berkecimpung dalam relayasa mesin pembangkit listrik, Korea Comprehensive Plant Co. LTD. Puncak pimpinan dari perusahaan tersebut juga mengikuti rangkaian presentasi dan penandatangan MOU. “Target kami dalam 5 tahun ke depan ada 100 pengolahan sampah menjadi energy di Indonesia”, tegas pria yang baru pertama kami datang ke Indonesia tersebut.
Melalui rangkaian perjalanan ini, diharapkan para pemimpin Pemerintah Daerah mendapat gambaran mengenai dampak positif pelaksanaan dan pembangunan program “Indonesia Waste To Eenergy Project” di kota-kota tersebut. “Berkurangnya problem lingkungan hidup merupakan hal yang utama, ”, ujar Muhhamad Saunan sebagai Direktur Utama PT Sinar Wijaya Indonesia. “Kami juga tidak akan mengambil tipping fee yang selama ini jadi polemik antara pemerintah maupun investor” tegas Saunan. Menurutnya, “Pemerintah Daerah tidak perlu mengeluarkan anggaran untuk membiayai proyek senilai kurang lebih 100 Milyar Rupiah perkota ini”.
“Indonesia Waste To Energy” dalam konsepnya akan mengolah gunungan-gunungan sampah menjadi tenaga listrik. Dalam setiap 100 ton sampah perhari dapat menghasilkan 19 megawatt perjam. Bergabungnya sebuah kota dalam program ini akan mendapatkan beberapa keuntungan sekaligus, yaitu berkurangnya problem lingkungan, keuntungan ekonomi melalui penjualan meter listrik ke PLN dan juga terbukanya lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Senin, 2 Desember 2019 lalu kolaborator proyek “Indonesia Waste to Energy” diterima di ruangan Bupati Kubu Raya yang diwakili oleh Sekertaris Daerah, Yusran Anizam. “Proyek seperti ini sudah lama kami tunggu-tunggu. Kami tidak ingin didahului oleh daerah-daerah lain di Indonesia pada umumnya maupun daerah lain di Kalbar pada khususnya”.
Keesokannya, pada tanggal 3 Desember 2019, Wakil Bupati Mempawah, H. Muhammad Pagi, S.H.I., M.M menerima seluruh tim. Menurutnya: “ Penawaran ini merupakan solusi dari permasalahan yang selama ini belum bisa kami selesaikan. Dengan adanya program ini tentunya akan kami memanfatkan sebaik-baiknya”, ujaranya lagi,
Beberapa tahapan harus dilalui kedua belah untuk mewujudkan proyek ini. Pertama-tama adalah dengan penandatanganan MOU sebagai bentuk ketertarikan mengikuti program “Indonesia Waste To Energy”. Setelah itu proses studi kelayakan untuk menentukan bentukan dari desain pengolahan sampah dan pembangkit listrik sesuai kapasitas juga karakteristik sampah setempat. Setelah itu barulah bisa Dilakukan proses kontrak sebagai pengikatan kedua belah pihak yang akan diakhiri dengan tahap pembangunan proyek pengolahan sampah.
Tentang PT Sinar Wijaya Indonesia
SINAR WIJAYA INDONESIA didirikan pada tahun 2015 dalam bentuk Perseroan Terbatas, merupakan perusahaan nasional yang bergerak di bidang jasa kontruksi dan engineering. dengan lingkup pekerjaan di bidang arsitektur, struktur,mechanical engineering, property, periklanan, telekomunikasi dan ESCO. Senantiasa berupaya untuk menghasilkan kinerja dan jasa yang tepat guna, tepat waktu, dan tepat kualitas yang didukung oleh para tenaga ahli bersertifikat yang berkesinambungan denan penerapan sistem manajemen ISO 9001 : 2008 , berkemampuan finansial dengan partner investasi lokal dan asing yang kuat, sehingga dapat menjadi salah satu perusahaan kontraktor besar di Indonesia dan juga di Asia.
Tentang Sewon Enginering & Energy LTD
Kantor : : D/605, Gwangmyeong SK Techno-Park, 60 Haan-ro,
Gwangmyeong-si, Gyeongggi-do, Korea.
Didirikan tahun 2003. Bisnis Utama : Merancang & Mensupervisi segala sesuatu Ramah Lingkungan.
Produk yang berkaitan dengan Lingkungan : Mengatur Pengolahan Air, Mengatur Polusi Udara, Pembuangan Limbah\Kebisingan & Guncangan, Lingkungan Asri, Evaluasi Dampak Lingkungan.
Binsis Konstruksi :Tanah & Dasar Bangunan, Teknik Sipil struktur, Jalanan & Airport, Air dan Limbah, Perencanaan Pemukimam, Lansekap Lalu Lintas.
Bisnis Kelistrikan : Instalasi Kelistrikan dan aplikasi kelistrikan.
Mekanikal : Permesinan Industri.
Pembangunan Pengolahan Sampah di : GANG-NEUNG, TONG-YEONG, YONG-IN, YEON-CHEON, CHEOR-WON, UL-LEUNG, YEON-CHEON, YE-SAN.***(sp/k65news).
Editor : Adjie Saputra
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

