WARTAWAN KANTOR BERITA ONLINE KABAR65NEWS.COM DALAM MELAKSANAKAN TUGAS JURNALISTIK DILENGKAPI DENGAN KARTU PERS RESMI DAN NAMANYA TERDAFTAR DIBOX REDAKSI

Kabar65News

Menembus Peradaban

Sadis…!! Diduga Diselamkan Ibu Angkatnya ke Dalam Sungai, Seorang Anak di Sandai Meninggal Dunia

KETAPANG  – Seperti dikabarkan sebelumnya, bahwa Polres Ketapang, Kalbar, telah menetapkan 7 (tujuh) orang pelaku kekerasan terhadap seorang anak perempuan berinisial YA (7) beberapa waktu lalu di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, dan akibat dari tindak kekerasan tersebut, korban akhirnya meninggal dunia.

Menurut Kapolres Ketapang AKBP Tommy Ferdian, S.I.K.,M.Sc kepada Wartawan di Mapolres Ketapang, Senin (04/11/2023) lalu, bahwa yang dominan melakukan tindak kekerasan terhadap YA itu adalah Ibu angkatnya yang berinisial SST sementara pelaku lain seperti YLT yang merupakan Ayah angkat korban serta MLS, DS, AMP, DS dan AA melakukan kekerasan terhadap korban dengan cara dan peran mereka masing – masing.

Pada bagian lain, Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Fariz Kautsar, kepada Wartawan di Mapolres Ketapang menceritakan, bahwa awalnya kedua orang tua angkat korban tidak mengakui perbuatannya, namun setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, akhirnya kedua orang tua angkat korban mengakui juga perbuatannya.

Bahkan, ungkap Fariz, pada saat kematian korban, diketahui terjadi akibat korban diselamkan oleh ibu angkatnya di sungai atau parit belakang rumahnya.

Pada hari kejadian, terang Fariz, korban diajak belajar berenang oleh ibu angkatnya, saat itulah korban kemudian dicelup-celupkan ke dalam air dan diduga akibatnya terjadi pendarahan dan korban yang sempat di bawa ke Puskesmas akhirnya meninggal dunia.

Menurut Fariz, bahwa perbuatan yang dilakukan para tersangka itu tidak hanya sekali namun berulang kali, terutama yang paling dominan dilakukan oleh ibu angkat korban dengan berbagai macam cara, baik dengan menampar, mencubit dengan tangan kosong, hingga menggunakan alat seperti karet pentil, diikat, dijemur, di sikat hingga dicubit menggunakan tang.

Motif mereka melakukan kekerasan itu, alasannya, papar Fariz, karena untuk menghukum korban, karena keseringan dicubit dengan tangan kosong, akhirnya menggunakan tang, bahkan bekas luka korban dibaluri cabe dan disikat menggunakan sikat badan.

Hingga berita ini diturunkan terhadap para pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Ketapang untuk proses hukum selanjutnya.***(h/k65news).

Editor : M. Fahrozi.

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *