Kasus Gigitan Rabies di Bali Tembus 56 Ribu, Dinkes Pastikan Stok Vaksin Aman

DENPASAR – Kasus gigitan hewan penular rabies (GHPR) di Provinsi Bali terus mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali mencatat total akumulasi kasus gigitan telah mencapai 56.081 kasus dengan tujuh korban meninggal dunia.
Meskipun angka penularan tergolong tinggi, Pemerintah Provinsi Bali memastikan bahwa ketersediaan logistik medis saat ini masih dalam kondisi aman. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyampaikan bahwa persediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) mencapai 40.881 vial. Sebanyak 32.842 vial disimpan di tingkat provinsi, sedangkan 8.039 vial sisanya telah didistribusikan ke fasilitas kesehatan di 9 kabupaten/kota.

Berdasarkan pemetaan wilayah, Kabupaten Badung menempati posisi teratas dengan angka gigitan tertinggi, yakni menyentuh 9.961 kasus atau rata-rata terjadi 42 kasus gigitan per hari. Wilayah lain seperti Karangasem, Denpasar, Tabanan, dan Buleleng juga menjadi atensi khusus akibat tingginya laporan serupa. Terbaru, lonjakan kasus sporadis dilaporkan di beberapa daerah, termasuk gigitan anjing terindikasi rabies di Kabupaten Buleleng dan Klungkung.
Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI, Firman Soebagyo, menegaskan bahwa status Bali sebagai destinasi wisata internasional membuat persoalan ini tidak boleh dianggap remeh. Menurutnya, tingginya angka penularan rabies berisiko langsung terhadap keselamatan para wisatawan sekaligus reputasi pariwisata global. Ia mendesak adanya koordinasi lintas kementerian dan sektor, tidak hanya bertumpu pada Kementerian Pertanian maupun Kementerian Kesehatan saja.
Menyikapi situasi ini, pemerintah daerah menggencarkan program penanganan hulu-hilir. Layanan jemput bola berupa vaksinasi massal gratis dan sterilisasi HPR kini diintensifkan langsung ke banjar-banjar oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan daerah guna menekan overpopulasi anjing liar.
Dinkes Bali kembali mengimbau kepada masyarakat luas agar tidak meremehkan gigitan sekecil apa pun. Warga yang mengalami kontak atau gigitan hewan berisiko diminta segera melakukan pertolongan pertama berupa pencucian luka dengan sabun di air mengalir dan langsung melapor ke rabies center terdekat untuk mendapatkan perawatan medis tanpa menunggu munculnya gejala.***(g/k65news).
Editor : HAR.
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

