Kabar65News

Menembus Peradaban

Terkait Serangan Ular Untub di Perkebunan Sawit, Pemkab Ketapang Harus Segera Turun Tangan

KETAPANG – Para petani yang bekerja di perkebunan kelapa sawit di Ketapang, Kalbar, hingga saat ini masih terus dikejar kejar ketakutan, pasalnya ketika mereka sedang beraktivitas secara tiba tiba diserang ular berbisa species Untub.

Tidak hanya itu menurut laporan masyarakat di Desa Air Hitam, Kecamatan Kendawangan, yang enggan disebutkan namanya kepada media ini, bahwa ular Untub tersebut juga sudah mulai berkeliaran di perkebunan karet warga, pekarangan dan bahkan masuk ke rumah rumah.

“Apalagi pada musim hujan, ular jenis Untub ini banyak sekali ditemukan di jalan jalan, terutama di jalan yang barusan dilewati kendaraan bermotor”, ungkap sumber, seraya menyatakan bahwa akibat patokan ular ini sudah banyak pula korban dan bahkan ada yang meninggal dunia.

Berkenaan dengan kehadiran ular Untub itu sejumlah ahli menyatakan bahwa tidak seharusnya ular jenis Untub itu berada di Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Ketapang. Sebab ular jenis itu hanya ada di Vietnam, Thailand, dan Malaysia, untuk di Indonesia, menurut literatur hanya ada di  Jawa Barat saja.

Dari keterangan para ahli tersebut, banyak pihak menduga kehadiran ular Untub di perkebunan kelapa sawit itu sengaja didatangkan oleh orang orang tertentu untuk membasmi hama seperti tikus, dan menjaga keamanan dari pencurian kelapa sawit.

Atas peristiwa serangan ular berbisa terhadap para petani dan warga yang berada di sekitar perkebunan kelapa sawit yang telah menelan korban jiwa itu, termasuk beberapa waktu lalu ada anak laki laki usia 3 tahun di Desa Pangkalan Batu, Kendawangan, yang digigit ular tersebut, para pihak menginginkan Pemkab Ketapang segera turun tangan untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lagi korban korban berikutnya.***(Halim Anwar/K65News).

Gambar : Ular Untub.***(Ist).

_______

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS SEIZIN REDAKSI. HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

_____

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *