23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Migrasi Burung Pemangsa Tiba di Ketapang, Ini Kabarnya

KETAPANG – Sudah menjadi aktivitas tahunan, burung-burung dari belahan bumi utara bermigrasi ke selatan pada tiap musim dingin di tempat asalnya mencari iklim yang lebih hangat dan ketersediaan pakan yang melimpah. misalnya burung-burung dari Asia bagian utara, Siberia dan Alaska.

Hal itu diungkapkan Abdurahman Al Qadrie, Ketua Komunitas Pengamat Burung Ketapang, Kawan Burung Ketapang (KBK), kepada Redaksi www.kabar5news.com , Rabu (31/10/2018) kemarin.

“Di Ketapang, Kalimantan Barat, burung-burung pantai biasanya datang lebih awal antara akhir Juli, Agustus dan puncaknya pada bulan September. Sebelum kemudian mereka melanjutkan perjalanan menuju Australia dan Selandia Baru. Sebagian ada yang tetap tinggal menghabiskan musim dingin (wintering) sampai bulan April dan mereka kembali ke tempat asal untuk berkembang biak (breeding)”, papar Abdurahman.

Selanjutnya disampaikan Abdurahman, bahwa pada akhir Oktober, menyusul burung-burung pemangsa (Raptor) tiba di Ketapang, diantaranya Elang Tiram (Pandion haliaetus), Sikep-madu Asia (Pernis ptilorhynchus), Elang-alap nipon (Accipiter gularis), dan biasa yang lebih awal tiba yaitu pada pertengahan Oktober Elang-alap kawah (Falcon perigrinus) dan menjadi pertanda akan segera memasuki musim hujan. Jenis-jenis tersebut dari keluarga Accipitridae dan Falconidae yang kerap terlihat rutin setiap tahun.

Pada pengamatan migrasi tahun ini (Sabtu,27-10-2018), jenis yang selama ini belum pernah terlihat dalam pengamatan-pengamatan sebelumnya, Elang-alap cina (Accipiter soloensis) merupakan jenis yang umum melintasi Sumatera dan Jawa, mereka berbiak dan menetap di Asa Barat Laut, Cina, bermigrasi ke Asia Tenggara, Filipina, Indonesia hingga Papua. “Jenis ini pertama terlihat, mungkin terlewatkan pada pengamatan di tahun-tahun sebelumnya”, terang Abdurahman Al Qadrie.

Menurut dia, hal ini menjadi penting karena menambah keragaman jenis dari satwa yang ada di Ketapang meskipun mereka hanya menghabiskan musim dingin. karena dengan demikian mereka akan bertahan buat beberapa waktu, mengingat makanan burung ini adalah kodok, belalang dan burung-burung kecil seperti burung gereja dan bondol (pipit-sebutan setempat-red) yang tentu dalam populasi tertentu yang tidak terkendali, hewan kecil tersebut menjadi hama bagi pertanian.

“Tentu keberadaan burung pemangsa migrasi akan membantu mengendalikan populasi beberapa jenis hama pertanian, karena jenis-jenis burung pemangsa (raptor) yang penetap semakin kecil populasinya dan semakin jarang ditemui, misalnya saja Elang Brontok (Spizautus cirrhatus) dan Elang Tikus (Elanus caeruleus) yang merupakan pemangsa tikus yang sangat handal”, tutur Abdurahman.

Selain itu juga Abdurahman berkata, bahwa jenis-jenis elang merupakan satwa yang dilindungi, tentu saja dengan pertimbangan fungsi ekologis dan semakin kecil populasinya. “Kita berharap semakin banyak orang yang menyadari pentingnya keberadaan burung-burung buat manusia dengan menjaga kelestarian jenis dan habitatnya”, imbuhnya.

Selain 3 (tiga) individu Elang-alap Cina tersebut, diakui Abdurahman, bahwa pada saat pengamatan terlihat juga 1 individu Elang Kelabu (Butastur indus) merupakan jenis elang yang berbiak (breeding) di Jepang.dan juga merupakan jenis pertama kali terlihat dalam pengamatan yang dialkukannya.***(R/K65News).

Gambar  : Dokumen Komunitas Pengamat Burung Ketapang, Kawan Burung Ketapang (KBK) untuk kabar65news.com

Penulis   : Adjie Saputra

Editor     : Fahrozi

_______________________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *