23 TAHUN LEMBAGA KANTOR BERITA KALIMANTAN (LKBK) 19 Desember 2002 - 19 Desember 2025 "MITRA ANDA MEMBANGUN NEGERI"

Kabar65News

Menembus Peradaban

Bupati Ketapang Turun Langsung Padamkan Karhutla di Lahan Gambut Nanga Tayap

NANGA TAYAP — Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, kembali memberikan dukungan secara langsung dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Lembah Hijau 1, Kecamatan Nanga Tayap, usai rangkaian kegiatan di Kecamatan Sandai dan Nanga Tayap.

Bupati ikut memadamkan api di lahan bergambut dalam yang menjadi salah satu tantangan utama penanganan Karhutla, sekaligus memberikan bantuan suplemen nutrisi dan kesehatan bagi petugas Karhutla, Manggala Agni, Relawan Peduli Api, dan personel perusahaan yang terlibat di lapangan.

Alexander Wilyo mengatakan kondisi di lokasi cukup berat karena kebakaran terjadi pada lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 10 meter. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah sehingga penanganannya membutuhkan waktu, air, tenaga, dan kewaspadaan yang tinggi.

Ia menjelaskan kondisi tersebut berdampak pada tanaman sawit. Akar yang terbakar dari bawah menyebabkan daya topang pohon melemah, sehingga pohon sawit dapat tumbang dengan sendirinya meskipun bagian atasnya masih terlihat berdiri.

Untuk melokalisasi arah rambatan api, pihaknya melakukan penyekatan (firebreak) pada jalur-jalur kritis guna memutus mata rantai penjalaran api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Dukungan armada dan personel, menurutnya, terus diperkuat untuk menjaga kestabilan pasokan air dalam proses pembasahan serta melakukan pendinginan pada area yang telah berhasil dipadamkan. Ia menegaskan pada lahan gambut, penanganan tidak cukup hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga memastikan titik-titik panas di bawah permukaan dapat dikendalikan.

Ia menambahkan penyatuan sumber daya antarperusahaan secara terpadu serta koordinasi yang erat di lapangan menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian Karhutla. Dengan dukungan bersama, sekat pertahanan pada titik-titik kritis dapat berfungsi optimal sehingga laju api dapat dihalau secara efektif.

Pengawasan, kata dia, dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan dan evaluasi harian di posko taktis. Perubahan arah angin, kondisi sekat bakar, dan perkembangan titik api harus terus dipantau agar setiap perubahan situasi dapat segera direspons.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian terhadap petugas yang bekerja di lapangan juga tidak boleh diabaikan. Dukungan nutrisi dan kesehatan diperlukan agar mereka tetap memiliki stamina dalam menjalankan tugas penanganan Karhutla.

Alexander Wilyo menilai penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama, ketekunan, dan kewaspadaan. Ia menegaskan api yang tampak kecil di permukaan bisa saja masih menyala dan terus merambat di bawah gambut, sehingga setiap titik harus dipastikan benar-benar terkendali.***(adv/k65news).

Editor: HAR.

_______________

“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPATKAN IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *