Ini Sambutan Bupati Ketapang Pada Acara Peringatan Hari Anak Nasional
KETAPANG – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019 dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal, dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat.
Hal itu disampaikan Bupati Ketapang dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan PLH Sekda Drs. Heronimus Tanam, ME, pada acara Hari Anak Nasional Tingkat Kabupaten Ketapang Tahun 2019 yang dilaksanakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Ketapang, Kamis (22/08/2019) di Pendopo Rumah Jabatan Bupati, Jalan Haji Agus Salim pagi tadi.
“Melalui peringatan HAN diharapkan pemerintah dengan seluruh lapisan masyarakat dapat bersama sama berpartisipasi secara aktif untuk meningkatkan kepedulian dalam menghormati, menghargai dan menjamin hak hak anak tanpa diskriminasi dan memastikan segala hal yang terbaik untuk anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya”, kata Heronimus Tanam.
Selain itu, lanjut Heronimus Tanam, bahwa Han harus dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kepedulian semua warga bangsa Indonesia, baik orang tua, keluarga, masyarakat, dunia usaha, media massa dan pemerintah terhadap peenuhan hak dan perlindungan khusus anak agar anak Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga menjadi generasi penerus yang berkualitas tinggi.
“Beberapa tantangan yang ada adalah, adanya situasi yang tidak dapat dipungkiri, bahwa meskipun berbagai kebijakan, program dan kegiatan sudah dilaksanakan dengan berbasis hak ana di seluruh tingkatan wilayah, namun pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak masih belum sepenuhnya dapat dilakukan secara optimal, misalnya masih banyak anak yang belum memiliki akta kelahiran, masih terbatasnya wadah partisipasi anak dan suara anak belum mewarnai proses pembangunan, masih ada anak yang belum mendapatkan pendidikan, maraknya kekerasan kepada anak baik yang dilakukan oleh orang terdekat maupun orang dewasa lainnya, bahkan sesama anak itu sendiri, masih ada anak yang mendapat kekerasan di rumah, di jalan, di sekolah dan tempat tempat umum lainnya yang dampaknya akan mengganggu tumbuh kembang anak, bahkan tidak jarang akan mengakibatkan anak pada saat dewasa akan menjadi pelaku kekerasan juga”, papar Heronimus Tanam.
Untuk mengatasi hal tersebut, kata Heronimus Tanam, maka sangat diperlukan upaya perlindungan yang dapat menjamin sekaligus pegangan hidup agar anak dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpatisifasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.
”Perlindungan tersebut diatas dapat diperoleh dari lingkungan dalam keluarga, keluarga sebagai unit terkecil yang mempunyai pengaruh sangat besar dalam kehidupan seorang anak, karena dari keluargalah seorang anak memperoleh proses pengasuhan dan perlindungan. Dalam keluargalah seorang anak akan dididik dan dibesarkan untuk pertama kali. Dan dalam keluargalah khususnya keluarga yang berkualitas, seorang anak mendapatkan pegasuhan yang berkualitas pula sehingga memperoleh perlindungan dari berbagai macam hal yang menggangu kehidupannya”, ungkap PLH Sekda Heronimus Tanam saat membacakan sambutan tertulis Bupati Ketapang, Martin Rantan.
Disampaikan Heronimus Tanam lebih lanjut, bahwa didalam sebuah keluarga yang berkualitas maka pola pengasuhan yang berkualitas akan menjadi konsep utama, dengan memenuhi hak dan melindungi anak serta membangun komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Dengan kata lain kualitas keluarga harus ditingkatkan sehingga orang tua/keluarga dapat menjalankan peran dan fungsinya dengan baik dalam memenuhi hak anak dan melindunginya karena anak merupakan penerus bangsa.
“Namun kondisi keluarga di Indonesia tidak semuanya mempunyai kualitas yang memadai untuk dapat memenuhi hak dan memberikan perlindungan kepada anak, banyak keluarga yang belum memahami peran, tugas dan kewajiban sebagai orang tua untuk memenuhi hak anak anaknya. Apalagi diera globalisasi dimana informasi secara bebas melanda semua lapisan masyarakat, globalisasi tidak dapat terbendung dan akan berpengaruh terhadap kehidupan setiap individu serta berdampak terhadap kehidupan dan perkembangan kepribadian anak , maupun hubungan antar anggota keluarga”, ujar Heronimus Tanam.
Dikatakan Heronimus Tanam, bahwa banyak anak harus ditinggalkan di rumah dikarenakan orang tuanya harus bekerja. Untuk itu tema yang ditetapkan dalam Hari Anak Nasional (HAN) 2019 adalah terkait pentingnya kualitas keluarga dalam perlindungan anak, diharapkan momen perayaan HAN 2019 ini diselenggarakan untuk menggugah setiap individu, orang tua, keluarga, pendidik, masyarakat, dunia usaha, media massa, pemerinah dan semua pihak akan pentingnya peran, tugas dan kewajiban masing masing dalam melindungi hak dan melindungi anak anak kita.***(Halim/K65News).
Gambar : Dokumen Kantor Berita Online www.kabar65news.com
_______________
“MENGUTIP SEBAGIAN ATAU SELURUH ISI PORTAL INI HARUS MENDAPAT IZIN TERTULIS DARI REDAKSI, HAK CIPTA DILINDUNGI UNDANG-UNDANG”


